Sementara itu, sampel pangan yang diambil dari Pasar Tradisional Kota Baringin, antara lain mie tek-tek, anggur hijau, tahu, bakso, kue lapis, semangka merah, semangka kuning, dan bolu gulung, juga menunjukkan hasil negatif terhadap seluruh parameter pengujian bahan berbahaya.
Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan secara sampling terhadap parsel Lebaran untuk memastikan tidak terdapat produk kedaluwarsa, rusak, maupun produk tanpa izin edar. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa produk yang terdapat dalam parsel telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Namun demikian, pada pemeriksaan di beberapa gerai ritel seperti Aido, Swalayan Nauli, Indomaret, dan Alfamart, masih ditemukan produk yang tidak memiliki label halal, tidak memiliki izin edar, serta kemasan produk yang rusak namun disimpan bersamaan dengan produk yang masih layak jual.
Baca Juga: Ramadan Penuh Berkah, BRI Kanca Panyabungan, YBM Brilian dan IWABRI Berbagi Bingkisan kepada Masyarakat Tim juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah takjil yang dijual di sentra takjil, diantaranya kue vario, kue lapis, puding mangga, kue bolu, minuman mata ikan, dan es doger. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel takjil negatif dari kandungan boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Sibolga melakukan penarikan terhadap produk yang tidak memiliki izin edar dan label halal, serta memberikan edukasi kepada pelaku usaha agar lebih memperhatikan aspek kemasan, label, masa kedaluwarsa, izin edar produk, serta pemisahan penyimpanan antara produk retur dan produk yang masih layak jual.
Kegiatan pemeriksaan pangan ini secara rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang perayaan Idulfitri, mengingat meningkatnya permintaan masyarakat terhadap berbagai produk pangan untuk kebutuhan berbuka puasa maupun perayaan hari raya.
Melalui pengawasan ini, diharapkan keamanan pangan yang beredar di Kota Sibolga tetap terjaga sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan aman dan nyaman. (Jas)