MATATELINGA, Palas :Kelangkaan pupuk bersubsidi, yang kerap terjadi pada Desember-Januari, disebabkan oleh keterbatasan anggaran, keterlambatan distribusi, dan penyimpangan penyaluran ke sektor non-petani. Sementara untuk saat ini beda halnya, sudah bulan April 2026 masih saja langka.
Kondisi ini mengurangi minat bertani dan mengkhawatirkan para petani atas penurunan hasil panennya.Dilain sisi, pupuk subsidi yang turun hanya segelintir orang yang mendapat. Sementara anggota kelompok tani yang begitu banyak di Padang Lawas merasa miris, karena tidak kebagian jatah pupuk. Seperti halnya dirasakan, Muhammad S. Siregar (Pak Regar) warga Lubuk Barumun kepada MATATELINGA, Kamis, (16/04-2026) mengatakan, dianya sudah menabur benih padi yang berharap ada pupuk subsidi masuk, karena khawatir nanti terlambat memasukkan pupuk jadinya hasil panen menurun dan tidak terawat, keluhnya.
Baca Juga: Buntut Tahan 3 Orang Warga, Mardan Hanafi Hasibuan Prapidkan Kapolres Padang Lawas