Robi menjelaskan, Pancasila pada generasi muda sangat penting untuk mencegah sifat individualisme atau hedonisme, dan menumbuhkan jiwa gotong royong serta kepekaan sosial."Kelak akan di
lahirkan pribadi-pribadi yang memiliki kematangan intelektual, kreatif, percaya diri, inovatif, dan memiliki kesetiakawanan sosial dan semangat pengabdian terhadap masyarakat, bangsa dan negara," imbuhnya.Segala tantangan, lanjut
Robi yang dihadapi generasi muda saat ini tidak gampang. Misalnya, infiltrasi budaya asing dari luar, ekses teknologi yang negatif, adanya sentimen SARA, ujaran kebencian dan lainnya."Hal tersebut harus dihempang dengan memaknai betul bagaimana Pancasila itu menjadi dasar dan pandangan hidup bangsa. Budaya gotong royong, welas asih, kekeluargaan dan cinta tanah air terkandung di dalamnya," tambahnya.Dikatakannya, internalisasi nilai-nilai Pancasila sangat penting untuk memastikan generasi muda mampu menghadapi perkembangan digital secara bijaksana, produktif, dan bertanggung jawab."Dengan demikian, Pancasila bukan sekedar warisan ideologi historis, tetapi juga fondasi utama dalam membangun karakter generasi yang siap bersaing secara global tanpa kehilangan akar budaya dan moral bangsa," pungkasnya.