Tradisi Syuroan Desa Sambirejo Timur Satukan Ribuan Warga Lewat Budaya dan Doa Bersama

Redaksi - Sabtu, 04 Juli 2026 20:00 WIB
Tradisi Syuroan Desa Sambirejo Timur.

Kepala Desa (Kades) Sambirejo Timur, M. Arifin, kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026) mengatakan seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar berkat semangat gotong royong masyarakat dan kerja sama panitia."Alhamdulillah, kegiatan Syuroan, Bersih Desa, dan peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah tahun ini berjalan dengan baik. Ini menjadi bukti kuatnya kebersamaan dan keguyuban masyarakat Desa Sambirejo Timur," kata Arifin.Kegiatan diawali dengan zikir dan tabligh akbar yang dihadiri seluruh ibu perwiritan se-Desa Sambirejo Timur, warga sekitar Dusun III Melur, jajaran pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), anggota DPRD Misdianto, Kepala KUA Kecamatan Percut Sei Tuan Misman, Tim Penggerak PKK Desa Sambirejo Timur, serta penceramah Ustaz Fauzi Wikanda. Acara keagamaan tersebut turut diiringi Tim Hadroh Rumah Tahfidz Khoirul Hasanah.Setelah zikir dan tausiah yang berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan kenduri dan makan nasi ambengan bersama sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan warga.Usai salat Zuhur, masyarakat disuguhkan pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Joko Santoso selama sekitar dua jam. Memasuki malam hari, kemeriahan semakin terasa dengan penampilan grup musik pemuda desa yang berkolaborasi dengan pemuda dari desa sekitar.Rangkaian acara malam dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustaz Abdul Hamid, pertunjukan wayang orang bertema Gatotkaca, serta pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Ketenteraman yang berlangsung hingga pukul 03.20 WIB.Arifin menyebut kegiatan yang dikemas dalam bentuk pesta rakyat tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kabupaten Deli Serdang. Menurutnya, lebih dari 2.000 warga dari berbagai kalangan usia memadati lokasi acara.Sejumlah tamu kehormatan turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Deli Serdang Yudi Hilmawan, Camat Percut Sei Tuan Muhammad Kennedy Tarigan, Danramil 13 Percut Sei Tuan Mayor Inf. JTB Sembiring, Babinsa, para kepala desa se-Kecamatan Percut Sei Tuan, perwakilan Pujakesuma, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.Dalam sambutannya, Arifin menegaskan bahwa tradisi Syuroan yang telah berlangsung selama puluhan tahun merupakan warisan budaya yang terus dijaga masyarakat desa."Kegiatan ini memadukan nilai keagamaan, seni musik, wayang orang, dan wayang kulit yang terus kami lestarikan. Tradisi ini sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu dan kini memasuki pelaksanaan ke-47 karena sempat terhenti selama dua tahun saat pandemi," ungkap Arifin.Ia menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara bergiliran di setiap dusun dan tidak menggunakan anggaran dana desa. Seluruh biaya dan pelaksanaan acara didukung oleh partisipasi serta gotong royong masyarakat."Tanpa menggunakan dana desa, kegiatan ini dapat terlaksana berkat semangat gotong royong warga. Inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat Sambirejo Timur, karena mampu mempersatukan warga tanpa memandang suku maupun latar belakang," pungkas Arifin.Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat dan panitia menjadi kunci suksesnya pelaksanaan Syuroan dan Bersih Desa tahun ini, sekaligus memperkuat nilai persatuan dan pelestarian budaya di tengah masyarakat. (Reza)


Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Panjaitan Tewas Gantung Diri

Berita Sumut

Soal Perangkat Desa 4.Bulan Tak Ngantor, Sekdes Parsambilan : BPF Harusnya Memberi Saran

Berita Sumut

Banjir di Aceh Tamiang Rendam Sejumlah Desa, Ratusan Warga Mengungsi

Berita Sumut

Desa Parsambilan Silaen Digrebek Satresnarkoba

Berita Sumut

Pemprov Sumut Siap Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat Hasil Reses DPRD Sumut

Berita Sumut

Pemprov Sumut, Kementerian ESDM, dan PLN Perkuat Sinergi Kejar Target 100% Listrik Desa