"Ketika menghadirkan Jen Manurung tidak ada menyentuh misinya, melainkan bertentangan dengan misi Bupati dan Wakil Bupati yang berangkat dari dukungan para pimpinan Pondok Posanteren. Semua orang tahu Bupati dan wakil Bupati Padang Lawas saat ini besar dan dibesarkan ulama yang dimotori oleh para santri pondok pesantren. Jadi sangat tidak relevan tindakan ini hanya menghadirkan artis Jen Manurung," sebut.
Baca Juga: Simbol Soliditas dan Sinergitas Antarlembaga Penegak Hukum di Indonesia Kekecewaan ini juga muncul ketika hari jadi Padang Lawas yang mau kedua kali dibawah kepemimpinan Putra Mahkota Alam kurang mencerminkan Padang Lawas yang religius. Mengingat Padang Lawas tergolong Kabupaten Seribu santri. Sudah selayaknya hari jadi Padang Lawas dirayakan dengan menghadirkan ulama dan zikir akbar sembari menghadirkan penyanyi Qasidah ternama, ketimbang menghadirkan Jen Manurung.
Apabila permintaan PC HIMMAH Padang Lawaa tidak di indahkan Bupati Padang Lawas yang tetap menghadirkan Jen Manurung, maka dalam waktu dekat Himmah turun manolak hadir Jen Manurung di Padang Lawas, tegasnya.
Baca Juga: Tekan Kriminalitas Malam Minggu, Sat Reskrim Polres Padang Lawas Gelar Patroli Wilayah Rawan Kejahatan Jen Manurung berserta kawannya bukan malah memberikan contoh yang baik untuk masyarakat Kabupaten Padanglawas.
Sukur juga mengharap kepada para ulama dan tuan guru di Padang Lawas menyatukan misi untuk memahami kultur masyarakat dan makna visi dan misi bupati dalam mewujudkan masyarakat yang religius, dengan motto "Tano adat di gomgom ibadat."
Baca Juga: Satbinmas Polres Padang Lawas Go To School Baca Juga: Pemprov Sumut Perkuat Konektivitas Pelabuhan Kuala Tanjung–Penang Port, Dorong Efisiensi Logistik dan Daya Saing Ekonomi