Ia menilai regenerasi menjadi bukti nyata keberhasilan kepemimpinan
Lokot. Komposisi kader Demokrat Sumut saat ini, kata Fajri, didominasi kaum muda dan generasi milenial yang terus bergabung memperkuat struktur
partai di daerah.
Terkait tudingan
Lokot lebih sering berada di Jakarta, Fajri menegaskan hal itu tak lepas dari posisi
Lokot sebagai Anggota DPR RI. Namun, ujarnya, hal tersebut tidak menghalangi
Lokot menjalankan tugas sebagai Ketua DPD Demokrat Sumut dengan baik.
"Beliau ini selama berada di Sumatera Utara itu selalu turun ke lapangan, selalu turun menjumpai masyarakat," tegasnya.
Baca Juga: Wali Kota Sibolga Rakor Bersama Anggota Komisi V DPR RI Bahas Penguatan Infrastruktur dana Konektivitas Transportasi Fajri menyebut pernyataannya bukan tanpa data. Ia mengungkap, melalui akun media sosial pribadi
Lokot Nasution, publik dapat melihat sendiri sejumlah program dari APBN yang dibawa
Lokot untuk membantu masyarakat Sumut.
Ia menegaskan, program-program tersebut tidak hanya menyasar empat daerah pemilihan (dapil) Lokot di DPR RI, yakni Medan, Deli Serdang, dan sekitarnya, melainkan meluas hingga ke Langkat dan Sibolga."Ini menunjukkan bagaimana Lokot bukan hanya sebagai anggota DPR RI yang mewakili dapilnya, tapi mewakili Sumatera Utara. Itulah yang sebenar-benarnya pemimpin," tegas Fajri.
Fajri pun mengkritik keras narasi yang berusaha membusukkan sosok
Lokot Nasution. Menurutnya, narasi tersebut justru menunjukkan kelemahan cara berpikir sebagian kalangan internal yang enggan menerima figur pemimpin berskala nasional namun tetap peduli pada daerah.
"Kita mengkerdilkan itu dengan cara hanya memilih pemimpin yang berpikir di daerah, tapi belum tentu berbuat untuk daerah. Kali ini kita punya pemimpin yang berpikir nasional, bekerja secara nasional, tapi mampu berpikir untuk daerah, kita malah merongrong atau berusaha merusak beliau. Ini pemikiran yang keliru," ujar Fajri.
Baca Juga: Partai Demokrat Ajak Seluruh Elemen Bangsa Menjaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab Dari sisi capaian elektoral, Fajri menuturkan perolehan kursi Demokrat di DPR RI dari dapil Sumut tetap bertahan di angka empat kursi pada Pemilu terakhir. Sementara di tingkat kabupaten/kota, capaian relatif stabil meski ada penurunan di sejumlah daerah dan peningkatan di daerah lain.
Adapun di DPRD Provinsi Sumut, Fajri mengakui adanya penurunan kursi dari sembilan menjadi lima. Namun ia meminta publik memahami konteksnya, yakni dua anggota DPRD Provinsi dari Demokrat sebelumnya meninggal dunia sehingga proses regenerasi kandidat belum matang saat Pemilu berlangsung.
"Kita tidak bisa juga menyalahkan Pak
Lokot. Beliau pada waktu itu masa transisi, baru memimpin sudah mengikuti pemilihan umum legislatif," ujarnya.
Fajri lantas menyoroti prestasi Demokrat Sumut di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden. Ia mengungkap, dari 33 kabupaten/kota di Sumut, 19 daerah yang diusung dan didukung Demokrat berhasil memenangkan kontestasi Pilkada, termasuk kemenangan Gubernur Bobby Nasution.
Baca Juga: Muscab Bersama PAN Se Kota Tebingtinggi, M. Yuridho Chap targetkan 1 Fraksi Di 2029 Demokrat Sumut di bawah
Lokot Nasution, lanjut Fajri, juga berkontribusi mengantarkan kemenangan Presiden Prabowo Subianto di Sumut pada Pemilu Presiden.
"Saya pikir Demokrat di bawah kepemimpinan Pak Lokot Nasution, Demokrat Sumatera Utara sudah cukup baik. Kalau kita memberikan waktu dan kesempatan lagi, saya pikir lonjakan prestasi Demokrat ini nanti akan semakin luar biasa," tegasnya.
Fajri menegaskan, meski saat ini Demokrat Sumut berada di posisi lima atau enam besar perolehan suara, ia optimistis
partainya mampu menembus tiga besar
partai politik dengan perolehan suara terbesar di Sumut ke depan, dengan syarat kepemimpinan
Lokot Nasution dilanjutkan.
Ia menuturkan, sebagai representasi generasi muda dan milenial Sumut, dirinya menginginkan iklim politik yang sehat, tidak terkekang oleh sekat usia maupun stigma bahwa anak muda tak punya pengalaman dan kapasitas berpikir luas.
Baca Juga: Muscab DPC PKB Kabupaten Karo, Sastroy Bangun, S.Sos Didukung 15 DPAC "Demi Demokrat Sumatera Utara yang nasionalis, religius, dan berbuat jauh lebih baik lagi untuk Sumatera Utara, saya pikir Demokrat Sumatera Utara ini butuh sosok Bapak Haji Muhammad
Lokot Nasution," pungkas Fajri Akbar.