"Setiap Puskesmas perlu memiliki peta masalah kesehatan, data kelompok berisiko, target pengendalian penyakit, serta program intervensi yang terukur. Tanggung jawab ini harus didukung dengan kewenangan, sumber daya, dan kolaborasi lintas sektor," ungkap Destanul Aulia.Keenam, membangun sistem pelayanan Puskesmas yang sesuai dengan karakteristik masyarakat perkotaan. Masyarakat Kota Medan membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah, nyaman, dan memiliki kepastian waktu."Karena itu, digitalisasi pendaftaran, pengurangan waktu tunggu, penataan alur pelayanan, serta penyesuaian jam operasional sesuai kebutuhan masyarakat perlu dipertimbangkan. Puskesmas juga harus mampu membangun komunikasi yang baik agar masyarakat merasa dilayani, bukan sekadar diperiksa," katanya.Ketujuh, menetapkan indikator kinerja Puskesmas berbasis hasil, bukan sekadar kegiatan dan administrasi. Keberhasilan Puskesmas jangan hanya dinilai dari jumlah kunjungan, kegiatan penyuluhan, atau predikat akreditasi."Kita harus mengukur apakah kepuasan masyarakat meningkat, penyakit dapat dikendalikan lebih dini, pasien penyakit kronis mendapatkan pelayanan berkelanjutan, dan rujukan yang sebenarnya tidak diperlukan dapat dikurangi," ucapnya.*Pembangunan Infrastruktur Kesehatan Harus Diiringi Peningkatan SDM*Destanul Aulia yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Sumut, menyarankan agar Wali Kota Medan menetapkan program transformasi Puskesmas dengan target yang terukur dalam satu tahun, diawali dengan audit kesiapan pelayanan, pemenuhan kebutuhan mendesak, penguatan kompetensi SDM, serta evaluasi berkala terhadap hasil pelayanan dan kepuasan masyarakat."Bagi saya, kebijakan kesehatan yang berhasil bukan hanya kebijakan yang mampu membangun fasilitas kesehatan yang baik, melainkan kebijakan yang mampu menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," sebut Destanul Aulia.
Destanul Aulia mengingatkan jangan sampai berhasil membangun Puskesmas yang megah, tetapi belum berhasil membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas.
Baca Juga: Kodaeral I Gandeng Tiga Kejati Ke depan, Destanul Aulia menilai Puskesmas harus menjadi pilihan pertama masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan primer, sekaligus menjadi organisasi yang aktif menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan penduduk di wilayah kerjanya.
Begitu juga, Destanul Aulia mengungkapkan Puskesmas yang berhasil bukan hanya Puskesmas yang banyak dikunjungi orang sakit, tetapi Puskesmas yang mampu membuat masyarakat di wilayah kerjanya semakin sehat.
"Saya memandang bahwa pembangunan dan renovasi Puskesmas di Kota Medan merupakan langkah strategis, bukan sekadar memperbaiki gedung, melainkan upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan pemerintah. Kita harus memahami bahwa karakteristik masyarakat perkotaan sudah berubah," jelasnya.*Masyarakat Ingin Fasilitas Modern dan Profesional*Lanjut, Destanul Aulia mengatakan masyarakat tidak hanya membutuhkan pelayanan kesehatan yang terjangkau, tetapi juga menginginkan fasilitas yang bersih, modern, nyaman, tertata, serta memberikan kesan profesional.
Dalam perspektif manajemen pelayanan kesehatan, ia menjelaskan bahwa tampilan fisik (tangibles) merupakan salah satu dimensi penting kualitas pelayanan yang memengaruhi persepsi dan kepuasan pasien. Bangunan yang kurang representatif dapat membentuk persepsi negatif sebelum masyarakat merasakan pelayanan medis yang sebenarnya."
Baca Juga: 11 Hari, Menghilang Udin Cantik Ditemukan Membusuk Di Kompleks Pemakaman Muslim