MATATELINGA, Toba :Hakim Silaen Kepala desa Silaen Kecamatan Silaen Kabupaten Toba menerangkan bahwa pembangunan Gedung Sanggar seni yang dibangun tahun lalu (2025) tidak bisa diselesaikan tahun ini. Alasannya, karena adanya pemotongan anggaran dana desa dari pemerintah pusat.
"Walaupun demikian,
minimnya anggaran tidak membuat
bangunan ini mangkrak. Atas kesepakatan warga, kami akan selesaikan secara bertahap sesuai anggaran," terang Hakim Silaen kepala desa Silaen, Selasa, (20/10/2026) di kantornya.
Saat ini, bangunan dua lantai tersebut masih dikerjakan tukang. Bangunan gedung Sanggar Tari berada di pinggir jalan pusat Kota Silaen yang berdekatan dengan kantor camat Silaen. Dibelakangnya merupakan pasar tradisional yang ramai setiap hari Kamis, Selasa dan Minggu.
Baca Juga: Pelindo Regional 1 Dukung Pembangunan SMP di Belawan, Perkuat Akses Pendidikan bagi Generasi Muda Kurangnya anggaran tidak membuat pemerintah desa Silaen menghentikan kegiatan pembangunan tersebut. Mereka akan terus menyelesaikan hingga gedung Sanggar tari tersebut.
"Ya kegiatan fisik kami tidak ada yang lain. Bersama warga, kami sepakat untuk menyelesaikan gedung ini agar bisa dipergunakan," kata kepala desa Silaen Hakim Silaen.
Anggaran Dana Desa berkurang dari pemerintah pusat pada tahun 2026 karena adanya kebijakan pengalihan atau pemangkasan anggaran untuk mendukung program strategis nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
Baca Juga: Pelindo Regional 1 Dukung Pembangunan SMP di Belawan, Perkuat Akses Pendidikan bagi Generasi Muda Pemotongan dana di tingkat desa diterima menyusut drastis 50%-70% sehingga banyak desa yang rata-rata hanya mengelola sekitar Rp250 juta – Rp360 juta per tahun dari sebelumnya bisa mencapai di atas Rp 1 miliar.Namun warga dan pemerintah desa Silaen memprioritaskan pem
bangunan Gedung Sanggar
seni agar tidak terbengkalai.