Lebih lanjut bupati juga menegaskan bahwa Bunda PAUD merupakan motor penggerak dalam pengembangan pendidikan anak usia dini sekaligus berperan sebagai ibu asuh yang turut memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Baca Juga: Bupati Asahan Ikuti Exit Meeting BPK RI Perwakilan Sumatera Utara Oleh karena itu, layanan PAUD harus mampu menghadirkan proses pembelajaran yang menyenangkan serta mendukung penguatan enam kemampuan fondasi anak, meliputi nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial dan bahasa, kematangan emosi, kemampuan kognitif, serta kemampuan motorik,
bupati juga berharap agar
Bunda PAUD tingkat kecamatan dapat bersinergi dengan Pokja
Bunda PAUD Kabupaten Asahan dalam merencanakan dan melaksanakan program kerja yang berkualitas di wilayah masing-masing, serta
bupati juga mengajak seluruh
Bunda PAUD untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.Dengan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, diharapkan dapat tercipta generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berkualitas di masa mendatang.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Musa Al Bakri dalam kesempatan itu juga menjelaskan bahwa Pokja Bunda PAUD memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang holistik, integratif, dan berkualitas.
Pokja
Bunda PAUD bertugas membantu
Bunda PAUD dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengoordinasikan berbagai program kerja guna menggerakkan dan meningkatkan kualitas layanan PAUD di Kabupaten Asahan, selain itu Pokja
Bunda PAUD diharapkan mampu memperluas akses layanan PAUD agar setiap anak memperoleh kesempatan pendidikan yang merata dan berkelanjutan. Penguatan kemitraan dengan orang tua, masyarakat, organisasi mitra, para pemangku kepentingan, serta perangkat pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program PAUD, tukasnya.
Baca Juga: Pelantikan KORMI Simalungun, Bupati Ajak Kolaborasi Bangun Masyarakat Sehat