MATATELINGA, Toba :Kepala dinas pariwisata Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu mengajak masyarakat untuk menyaksikan acara "Marpangir" yang dilaksanakan di Danau Toba tepatnya di lokasi wisata Pakkodian Kecamatan Tampahan, Sabtu, (24/10/2026).
Acara tersebut akan diiringi Gondang Sabangunan (Musik Tradisional Batak) dan dihadiri Bupati Toba Effendi S.P Napitupulu, wakil bupati Audi Murphy O Sitorus Sitorus dan para kepala dinas, tokoh adat dan tokoh masyarakat dan undangan dari berbagai daerah. Kepala dinas juga mengundang wakil menteri pariwisata yang saat ini sudah berada di Medan Sumatera Utara.
"Ya kita banyak mengundang para tamu untuk hadir di acara ini dan kita belum mendapatkan kabar pasti dari wakil menteri pariwisata yang sekarang sudah berada di Medan melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat," terang Rikardo Hutajulu di Pakkodian, Jumat, (23/10/2026).
Baca Juga: Kembali TP.PKK Kabupaten Asahan Raih Juara Umum Lomba HKG PKK Tingkat Propinsi Sumatera Utara 2026 Ricardo Hutajulu menghimbau masyarakat atau penonton yang ingin menyaksikan acara tersebut, membawa botol kosong sebagai tempat air jeruk khusus (air unte pangir) untuk dibawa pulang dimandikan di rumahnya masing-masing, walaupun panitia juga mempersiapkan tempat air (air unte Pangjr) yang bisa langsung dimandikan di Danau Toba.
Undangan juga tidak perlu kuatir jika membawa kendaraan roda dua dan empat ke lokasi tersebut karena dinas perhubungan dan Satpol PP sudah menyediakan parkir dan menjaga arus lalulintas..
Baca Juga: Kembali TP.PKK Kabupaten Asahan Raih Juara Umum Lomba HKG PKK Tingkat Propinsi Sumatera Utara 2026 "Jalan sudah diperlebar dan para petugas dari dinas perhubungan, satpol PP akan mengantisipasi arus lalu lintas yang akan keluar masuk ke lokasi wisata Pakkodian.Selain itu dinas kesehatan telah menyediakan sebuah kapal Puskesmas yang akan membawa pengunjung jika mengalami ganguan kesehatan.Sementara kantong parkir akan dikendalikan dinas perhubungan dan satpol PP. BPBD juga menyediakan armada kapal dan siap mengantisipasi lonjakan pengunjung, menjaga para wisata yang berenang atau mandi di pinggiran Danau Toba.
"Setiap orang yang akan berenang akan diawasi dan dibuat tali pembatas renang agar wisatawan tidak melewati batas renang," terang
Rikardo sembari menunjuk batas danau Toba yang boleh dimasuki wisatawan untuk mandi.Kegiatan Marpangir adalah sebuah ritual adat Batak yang dilakukan nenek moyang dulu hingga sekarang yang bertujuan membersihkan diri, hati dan pikiran dari aura negatif dan meminta kepada Tuhan berkat dan kesehatan.
Baca Juga: Rudi H. Simamora: Perangkat Desa, Mari Bekerja Sesuai Aturan Hal ini bertujuan membersihkan hati dan diri untuk memperoleh berkat Tuhan melalui doa.Acara Marpangir ini dimeriahkan oleh tiga puluh pelajar siswi SMP Negeri 2 Porsea dan SMP Yayasan Bonapasohit Sejahtera Parmaksian.