MATATELINGA,.Pematangsiantar : Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bersama Polres Pematangsiantar rapat koordinasi (rakor) akselerasi program Kapolri 'Polisi Bersama Masyarakat' dan kesiapan Operasi Patuh 2026 serta pengamanan Operasi Lilin Toba 2026.
Rakor di Aula Widya Satya Brata Polres Pematangsiantar, Jalan Sudirman, Rabu (21/10/2026) yang dipimpin Kapolres Pematangsiantar AKBP Dhana Noer Kurniawan SIK MM diwakili Wakapolres Kompol Budiono Saputro SH MH.
Baca Juga: Festival Seni Qasidah XIX, Sekdako Tebingtinggi Tekankan Penguatan Karakter Dan Pelestarian Budaya Budiono menyampaikan, rakor bertujuan menyaring seluruh masukan dan saran agar kegiatan dapat berjalan efektif dan sesuai perencanaan.
"Saya berharap rapat ini benar-benar bisa maksimal untuk kita kesiapan di Nataru, permasalahan-permasalahan lalu lintas yang ada di Siantar nanti kita kita, kita cari solusi bersama terkait pelayanan kepada masyarakan,," terangnya.
Dia manambahkan, sejumlah pedagang komplain terkait rekayasa lalu lintas. "Untuk itu nanti kita pikirkan bersama, kita pecahkan bersama bagaimana solusinya. Terkait CCTV, nanti minta bantu Diskominfo, supaya dipasangkan di posko-posko mana yang menjadi objek pemantauan pimpinan, sehingga ini bisa maksimal," katanya.
Baca Juga: Kajati Sumut dan Bupati Anton Bahas Penguatan Kepatuhan Hukum di Lingkungan Pemkab Simalungun Selain itu, Budiono juga meminta agar marka-marka dapat dipasang serta adanya objek larangan parkir agar seluruhnya tertata.
Kasatlantas AKP Simon E Simatupang memaparkan sekaligus membahas kamseltibcarlantas. Ia menjelaskan adanya kepadatan yang terjadi di Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka.
Baca Juga: Festival Seni Qasidah XIX, Sekdako Tebingtinggi Tekankan Penguatan Karakter Dan Pelestarian Budaya "Ada pedagan di situ semakin ke tengah. Jadi ancamannya itu adalah keselamatan," sebut Simon.Ia memohon partisipasi, masukan, dan saran bagaimana mitigasi, edukasi, serta mengimbau untuk kepentingan bersama. "Kami siap turut mengimbau rekan-rekan yang berjualan dan penataan parkir yang lebih tertib," tukasnya.
Simon meminta ke Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Kota Pematangsiantar agar memantau lampu-lampu jalan guna meningkatkan jarak pandang di malam hari.Sementara Kepala Dinas Perhubungan Pematangsiantar, Drs Daniel Siregar berharap ada rapat lanjutan dengan mengundang pengusaha angkutan desa (angdes) dan angkutan kota (angkot) agar mengatur parkir kendaraan saat menunggu penumpang supaya tidak terjadi penumpukan.
Menurut Daniel, jika terkait optimalisasi Terminal Tanjung Pinggir, langkah konkret adalah penjagaan mulai pagi hingga pukul 16.00 WIB. Termasuk di hari Sabtu dan Minggu."Kendalanya adalah, kami lakukan hanya edukasi dan sosialisasi. Lemahnya kami tidak bisa menindak. Bus AKAP izinnya dari Pemprov. Kami sudah melakukan komunikasi ke provinsi agar minimal kartu pengawasan dan izin track dicek dulu apakah memang masih berlaku atau tidak. Supaya bisa kami teruskan dan koordinasikan ke Sat
lantas Polres Siantar," katanya.
Sedang Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Horas Jaya (PHJ) Bolmen Silalahi SP, pihaknya akan mengimbau para pedagang untuk tidak menggunakan badan jalan saat pendistribusian barang.Kepala Dinas PKP Robert Sitanggang SSTP MSi, di lokasi-lokasi tertentu yang rawan macet, akan diprioritaskan pemasangan lampu jalan. Begitu juga dengan cabang pohon di beberapa ruas jalan, akan dilakukan pembersihan.
Baca Juga: Kajati Sumut dan Bupati Anton Bahas Penguatan Kepatuhan Hukum di Lingkungan Pemkab Simalungun "Ini ada di jalan-jalan lintas Medan. Nanti akan kita lakukan di bulan ini sampai menuju waktu pelaksanaan Operasi Lilin Toba," pungkasnya.(sip)