MATATELINGA,Asahan.:Terasi atau yang sering disebut belacan merupakan jenis bumbu masak yang kerap digunakan kaum ibu ibu dalam membuat sayur maupun sambal, dan bumbu tersebut merupakan khas Indonesia dan Asia Tenggara dan dibuat dari hasil fermentasi udang kecil maupun ikan ikan kecil dan dicampur dengan garam sebelum dijad24ikan adonan.
Kali ini terasi atau belacan mendadak ramai dibicarakan sehubungan "Terasi atau Belacan" dimaksud sebanyak 49 ton di ekspor ke negara Thailand, dan pengiriman belacan atau terasi ini keluar negeri, Sabtu (24/10/2026) pelepasan pengiruman perdana terasi tersebut dilakukan diaula kantor bupati Asahan.
Baca Juga: Wakil Bupati Asahan Ikuti Rakor Aswakada Wilayah Sumatera Utara Pelepasan ekspor perdana UMKM product perikanan kabupaten Asahan jenis terasi atau
belacan ini menurut keterangan bupati Asahan Taufik ZA Siregar mengatakan sangat mengapresiasi keuletan dan ketekunan para pelaku UMKM ini, sehingga usaha yang telah dirintisnya dapat menembus pangsa pasar di Thailand.
Dan kami juga menyampaikan selamat datang kepada Menko Bidang Pangan RI atas kunjungan ini sebagai kehormatan sekaligus momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sinergi tersebut penting dalam mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, dan pembudidaya ikan, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan, ujarnya.Bupati Asahan juga mengatakan sejumlah prioritas pembangunan Kabupaten Asahan, meliputi penguatan sektor pertanian dan percepatan swasembada pangan, pengembangan peternakan yang produktif dan berkelanjutan, serta pengembangan sektor perikanan sebagai sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.Demikian juga yang disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya mengatakan kabupaten Asahan memiliki beragam produk unggulan, salah satunya terasi atau
belacan yang telah dikenal masyarakat, Pemerintah sangat mengapresiasi terlaksananya ekspor perdana tersebut dan berharap keberhasilan ini dapat membuka jalan bagi produk UMKM lainnya untuk memasuki pasar luar negeri.
Ekspor terasi atau
belacan ke Thailand tidak hanya membawa nama Kabupaten Asahan ke pasar internasional, tetapi juga menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan mengembangkan usahanya.Sementara Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Asahan atas terlaksananya ekspor perdana produk UMKM tersebut, dan diharapkan keberhasilan ini menjadi awal bagi semakin banyak produk unggulan Asahan yang mampu menembus pasar ekspor di berbagai negara.
Zulkifli Hasan juga mengatakan bantuan pangan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1–4 atau kelompok berpenghasilan rendah, bantuan tersebut berupa beras sebanyak 10 kilogram yang diberikan sekaligus untuk 3 bulan, yakni Oktober hingga Desember 2026, dengan sasaran 33,2 juta penerima di Indonesia. Untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau,
Baca Juga: Wakil Bupati Asahan Ikuti Rakor Aswakada Wilayah Sumatera Utara pemerintah mendorong pemanfaatan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan melalui Perum Bulog, dan Pemerintah juga mencadangkan satu juta ton beras untuk mendukung upaya stabilisasi tersebut, ungkapnya