Lebih lanjut Rianto juga menegaskan bahwa pembangunan Indonesia tidak cukup hanya ditandai dengan gedung-gedung megah, teknologi canggih, atau kekayaan yang melimpah, namun kemajuan yang sesungguhnya harus ditopang oleh sumber daya manusia yang berkarakter, memiliki semangat pengabdian, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.Untuk itu, generasi muda diharapkan memiliki tiga karakter utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati.Patriotik berarti mencintai Indonesia melalui pengabdian dan tindakan nyata. Gigih berarti tidak menyerah menghadapi kesulitan maupun kegagalan.Sementara berempati berarti memiliki kepedulian terhadap sesama dan tidak berpaling ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," menjadi penegasan penting dalam pidato tersebut.Rianto juga berpesan sekaligus mengingatkan bahwa semangat ke
pemudaan harus melampaui slogan dan seremoni, Pemuda dituntut membuktikan kecintaannya kepada bangsa melalui karya, prestasi, integritas, serta kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, ungkapnya.