Dilanjutkannya bagian dari program global Dekade Aksi Keselamatan Jalan (Decade of Action for Road Safety) 2021–2030, Persetujuan Bangsa-Bangsa (PBB) menargetkan penurunan angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen hingga tahun 2030.Menurut data Polres Pematangsiantar, penegakan hukum lalu lintas menunjukkan tren positif dan terjadi penurunan 23,4 persen. Kecelakaan lalu lintas turun 4 persen dan angka korban meninggal dunia turun 10,4 persen.
Operasi Kewilayahan Patuh Toba di Kota Pematangsiantar, berlangsung selama 14 hari, 26 Oktober sampai 8 November 2026 dengan sasaran, pengguna jalan, angkutan umum dan angkutan pribadi, titik rawan kecelakaan, pelanggaran, lakalantas dan aktivitas masyarakat yang dapat mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).Dhana menegaskan, pemetaan deteksi dini rawan pelanggaran, mengutamakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat melalui spanduk, banner, stiker, serta media sosial, dengan memperhatikan sikap personel agar melakukan Senyum, Sapa, dan Salam (3S).
Baca Juga: Wesley Dituntut 2 Tahun Penjara "Tegas namun humanis dan hindari pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, dan sikap arogan di lapangan," tukas Dhana.Sebanyak 59 personel terlibat dalam operasi dengan tema "Polri Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkelanjutan". Para personel terdiri dari Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub).
Rangkaian apel, dilakukan pemeriksaan pasukan dan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel oleh AKBP Dhana yang dihadiri perwakilan Forkopimda Kota Pematangsiantar, serta perwakilan PT Jasa Raharja. (sip)