Kemudian OPTIMALISASI (Akselerasi Internal) yakni menghilangkan hambatan, mempercepat pelayanan, dan memperkuat kendali sistem.Selanjutnya, PEMATANGAN (Panggung Strategis) yakni menyongsong agenda eksternal berskala nasional dengan standar integritas dan inovasi tertinggi.
Dikatakan Erisda untuk mewujudkan hal itu, Sekretariat DPRD Medan bertumpu pada 4 Pilar penggerak yang kokoh, yaitu Bagian Umum (Nadi Operasional & SDM) Menangani Tata Usaha & Kepegawaian, Rumah Tangga, dan Perlengkapan. Diperkuat sistem modern seperti Presensi Elektronik & E-Kinerja, MyASN & Simpeg, PPID, hingga Whistle-Blowing System sebagai mitigasi benturan kepentingan.
Baca Juga: Pimpin Apel Pagi DPRD Medan, Erisda Hutasoit Tekankan Disiplin Untuk Pilar ke 2 yakni Program dan Keuangan (Siklus Akuntabilitas). Hal ini menjadi jantung akuntabilitas dengan siklus Perencanaan dan Penganggaran (RKA/DPA), Verifikasi (SPP/SPM), dan Akuntansi & Pelaporan. Semua terintegrasi dalam ekosistem SIPD, AKIP, SAKIP, dan Reviu Manajemen Risiko.
Dan Pilar ke 3, Persidangan dan Perundang-undangan (Wajah Parlemen) Pilar yang melahirkan Produk Parlemen Berkualitas. Meliputi Kajian Hukum (Naskah Akademik & Raperda Inisiatif), Persidangan & Risalah, serta Humas, Protokol & Publikasi. Didukung sistem JDIHN dan SMARTWAN.
Sedangkan Pilar ke 4, Fasilitasi Penganggaran & Pengawasan (Katalisator Fungsi DPRD). Mengawal fungsi vital dewan, mulai dari pembahasan KUA PPAS, APBD/APBDP, Raperda Pertanggungjawaban, hingga fasilitasi reses, hearing publik, penyusunan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, dan persetujuan kerjasama daerah.Masih menurut
Erisda, untuk meningkatkan pelayanan di sekretariat DPRD Medan tidak berhenti di fondasi, Sekretariat juga menetapkan Akselerator Kinerja bertajuk, Meningkatkan Standar: Optimalisasi Tata Kelola Internal" yang dipecah dalam 4 Kuadran:
1.Optimalisasi Surat-Menyurat. Kecepatan distribusi dan akurasi naskah dinas pimpinan.2. Pemutakhiran SOP: Standardisasi alur kerja agar tidak tumpang tindih fungsi.3. Penguatan SPIP: Sistem Pengendalian Intern Pemerintah sebagai perisai mitigasi risiko.4. Akselerasi Reformasi Birokrasi (RB): Transformasi budaya kerja menuju pelayanan prima dan inovatif.Dengan blueprint ini, Sekretariat DPRD Medan menegaskan diri bukan sekadar pelengkap administratif, melainkan mesin profesional yang memastikan 50 anggota dewan bekerja dengan marwah, integritas, dan pelayanan yang berkelas.
Baca Juga: Wong Chun Sen Siap Jembatani Aspirasi GMNI soal Perwal Pengentasan Kemiskinan