MATATELINGA, Medan :Rapat di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, di jl.Majelis Ulama Kel.Gaharu menjadi sorotan. Menurut info yang diterima wartawan, rapat tertutup yang digelar pada Kamis (5/11) pagi dihadiri oleh sejumlah pihak
Dari amatan, sejumlah pihak diantaranya hadit Ketua Badan Wakaf Indonesia Provsu, Ketua MUI Sumut, Sekjend MUI Sumut, mantan Kepala KUA Medan Polonia, dab Kemenagsu.
Menurut keterangan salah seorang staf MUI Sumut, yang ditanya wartawan mengenai materi rapat tak bersedia menjelaskan secara rinci. Namun saat disinggung soal masjid agung, ia membenarkan.
Baca Juga: Ingin Mengabdi, Idris Pasaribu Ambil Formulir Bakal Calon Dewan Kehormatan PWI Sumut Staf juga meminta agar wartawan memberikan surat resmi untuk melakukan wawancara kepada Ketua MUI dan Sekjen."Sebaiknya ada surat resmi bang. Kondisi kesehatan Ketua lagi menurun," jelas Staf tersebut.
Tak ingin berdebat lebih lama, wartawan lantas duduk di ruang tunggu bersama para tamu.Sekira jam 10.30, para peserta rapat mulai naik ruangan di lantai II .Tak lama berselang, muncul seorang ok um berbadan tegap putih tinggi. Mengaku dari BIN.Pengakuan oknum yang mengaku BIN tersebut, untuk memonitor rapat Majelis Ulama Indonesia.
Saat disinggung kehadiran BIN, pria ini mengaku diundang langsung untuk mendengar dan melihat secara langsung"Kita monitor dulu, karena untuk mencegah potensi dan konflik SARA,," terang oknum mengaku BIN.
Selanjutnya, oknum mengaku BIN ini bergegas ke lantai II.Sementara itu, Wakil Ketua MUI yang baru turun dari lantai II, saat ditanya wartawam juga mengamini pembahasan matero rapat terkait mashid Agung.(Put)
Baca Juga: Ingin Mengabdi, Idris Pasaribu Ambil Formulir Bakal Calon Dewan Kehormatan PWI Sumut