Matatelinga - Asahan, Mahasiswa Asahan yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Kegelapan (GMAK) Asahan menggeruduk kantor Ranting PLN Kisaran di Jalan Sutomo Kisaran Asahan, Selasa (25/2/2014) sekira pukul 20.00 Wib. Aksi spontanitas mahasiswa ini dilakukan karena masyarakat mulai gerah dengan pemadaman listrik yang tidak terjadwal dan tidak sesuai dengan waktu yang dijadwalkan. Dalam aksi saat lampu padan ini mahasiswa melakukan pembakaran ban sebagai bentuk penerangan ketika listrik padam. "Kita sudah terlalu lama di zholimi oleh PLN, selama ini kita diam, tapi kali ini kesabaran kita sudah habis, bagai minum obat PLN mematikan arus listrik, kita ini konsumen, dimana tiap bulannya ditarik retribusi, jika retribusi rekening listrik telat kita diberikan sanksi berupa denda dan pencopotan arus, tapi kalau kondisi seperti ini apa yang bisa dilakukan PLN pada kita" ujar koordinator aksi Adit Satria Tanjung saat menggelar orasinya. Lebih lanjut Adit menyebutkan, nampaknya permasalahan listrik dari dahulu seperti ini terus, dan nampaknya tidak ada solusi untuk mengatasi masalah listrik ini. Setelah melakukan orasi dan aksi bakar ban, Kepala PLN Ranting Kisaran Suheri menemui para pengunjuk rasa dengan pengawalan ketat petugas kepolisian resor Asahan. " Permasalahan listrik ini. Kita PLN Ranting tidak bisa terlalu banyak berbuat, karena permasalahan ini langsung dari pembangkit listrik di Balawan, tapi pun begitu aspirasi dari adik-adik mahasiswa kita terima sebagai bahan masukan ke PLN Pusat di Belawan" Ujar Suheri Setelah menggelar aksi selama 2 jam, arus listrik pun hidup, dan mahasiwa pun membubarkan diri dengan sportif.
(Ibnu/adm)