Matatelinga - Jakarta, "Kami sudah memaparkan status terakhir IDD. Mereka (pemerintah) masih melanjutkan rapat lanjutannya," tutur Yanto ketika ditemui usai pertemuan dengan pemerintah, di Kantor Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (29/5/2014) malam.Senior Vice President Stratagic Business Support Chevron Indonesia Company, Yanto Sianipar mengaku telah memaparkan status akhir megaproyek Indonesia Deepwater Development (IDD), sebuah proyek pengeboran gas yang berlokasi di Selat Makassar, Sulawesi Selatan."Kami sedang berusaha untuk mendapatkan persetujuan-persetujuan yang dibutuhkan untuk mencapai FID (final investment decision) yang sudah hampir mendekat, dan kami butuh persetujuan tersebut dan kami sudah sampaikan apa saja persetujuan yang dibutuhkan," sambungnya.Dia menyatakan, pihaknya tinggal menunggu keputusan pemerintah terkait realisasi investasi senilai USD12 miliar itu. IDD direncanakan akan mencakup tujuh blok di seputar Selat Makassar."Kita menunggu dari hasil pertemuan itu, apakah kita bisa mendapatkan persetujuan itu. Kita nggak tahu, makanya sedang dibicarakan," sebutnya.Sayangnya, pihak Chevron mengaku belum bisa memaparkan hasil pertemuan dengan pemerintah hingga ada putusan terkait rencana investasi tersebut. "Detailnya gak bisa saya disclose di sini, biar bapak-bapak itu yang beritakan," tukasnya.(Okz/Mt-01)