Matatelinga - Jakarta, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, rencana kenaikan ini akan memukul industri kecil dan industri rumah tangga. Pasalnya, keenam golongan tersebut salah satu di antaranya ada industri rumahan.Pemerintah berencana melakukan kenaikan penyesuaian pada tarif dasar listrik (TDL) untuk enam golongan pada 1 Juli 2014. Renacana ini, tentu saja mendapatkan penolakan dari para pengusaha."Listrik untuk industri sudah naik 1 Mei lalu, masing-masing 64 persen dan 38 persen besarannya, sekarang mau naik yang perusahaan non-terbuka dan rumah tangga 1.300 volt amper (VA), itu akan mematikan," tegas Sofjan di Graha Niaga, Jakarta, Jumat (6/6/2014).Menurut Sofjan, daya 1.300 VA ini seperti usaha-usaha yang di pinggir jalan yang sekarang makin menjamur dan ini tentu akan sangat memberatkan."Tahu kan usaha tukang jahit yang di pinggir jalan itu, itu pakai listrik 1.300 va, kalau listrik naik, pada tutup semua," kata Sofjan.Kendati demikian, Sofjan tidak serta merta menyalahkan pemerintah atas kenaikan ini. Dirinya mengerti ini dilakukan untuk menekan pembengkakan anggaran."Saya tahu pemerintah mau kurangi subsidi, karena setoran pajak tidak tercapai, tapi bertahaplah naiknya, industri setuju tapi bertahap," pungkasnya.Sekedar informasi, keenam golongan tersebut di antaranya untuk industri I-3 non-go public, tarif listrik akan dinaikkan secara bertahap rata-rata 11,57 persen setiap 2 bulan mulai 1 Juli 2014. Diperkirakan akan berpengaruh terhadap penghematan subsidi listrik sebesar Rp4,78 triliun.(Okz/Mt)