Matatelinga - Jakarta, Tren menurunnya Rupiah kembali terjadi pasca Rupiah sempat merasakan kenaikan tipis di akhir bulan Mei.Laju nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) masih di zona merah sepanjang pekan kemarin. Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meski rilis inflasi bulan Mei masih dalam estimasi kami di angka 0,05 persen hingga 0,17 persen di mana rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dihasilkan angka 0,16 persen (MoM) dan 7,32 persen (YoY) lebih tinggi dari bulan sebelumnya, namun belum mampu mengangkat Rupiah ke zona hijau."Selain respons negatif terhadap meningkatnya angka inflasi, pelaku pasar juga merespon negatif rilis neraca perdagangan yang ternyata mengalami defisit lebih lebar sebesar USD1,97 miliar dibandingkan sebelumnya yang masih surplus USD670 juta dan lebih besar dari perkiraan defisit kami," ujarnya dalam riset, Minggu (8/6/2014).Masih turunnya nilai tukar Yen dan masih adanya respons negatif terhadap rilis data-data ekonomi Indonesia sebelumnya membawa Rupiah kian terperosok. Apalagi tren laju Euro juga masih melemah setelah tidak banyak rilis indeks manufaktur di Zona Euro yang menguat. "Adanya anggapan dan penilaian bahwa akan terjadi peningkatan permintaan akan dolar Amerika karena meningkatnya pembayaran dividen dan impor barang turut memberikan respons negatif. Apalagi data-data AS yang dirilis berhubungan dengan ketenagakerjaan bertumbuh, sehingga menambah sentimen positif bagi dolar Amerika," ujar Reza.Sebaliknya, dengan penguatan dolar Amerika tersebut membuat nilai tukar Rupiah sulit untuk terapresiasi sehingga terlihat masih melanjutkan pelemahannya. Pelemahan Rupiah juga terimbas negatif dari pergerakan Rupee yang terdepresiasi setelah timbul penilaian bank sentralnya akan melakukan intervensi pasca terjadinya penguatan. Tidak hanya Rupee, Yuan pun juga terdepresiasi setelah PboC berencana untuk menurunkan reference rate-nya terhadap dolar Amerika. Masih melemahnya nilai tukar Euro jelang diadakannya pertemuan ECB membuat pergerakan dolar Amerika mengambil kesempatan untuk terapresiasi. "Imbasnya tentu negatif bagi Rupiah yang terlihat melemah. Laju Rupiah di bawah target support 11638. Rp11685-11735 (kurs tengah BI)," ungkapnya.(Okz/Mt)