Selanjutnya, Bobby juga menyampaikan tentang investasi di sektor energi. Katanya, nilai investasi di sektor ini sangatlah besar. Untuk itu, ia meminta kepada PLN untuk berkolaborasi menaikkan nilai investasi di sektor energi di Sumut.
"Kalau tak salah, nilai investasi untuk sektor ini bisa mencapai Rp28 triliun. Kalau saja ada satu investor yang mau berinvestasi ke Sumut, maka nilai investasinya sudah separuh dari target investasi kita, yakni Rp53 triliun yang ditetapkan oleh BKPM," ucapnya.
Kemudian, persoalan listrik masuk desa, Bobby berharap agar semua wilayah di Sumut, 100% sudah teraliri listrik. Karena, sesuai dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, mempunyai program Digitalisasi Pelayanan Publik Cepat, Responsif, Handal, dan Solutif (CERDAS). Karena itu, kebutuhan listrik sangat penting dalam mewujudkan program CERDAS.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumut Ahmad Syauki mengatakan, saat ini ada 45 desa di Sumut yang belum dialiri listrik. Biasanya, ada beberapa faktor mengapa belum dialiri listrik PLN. Apakah desa tersebut berada di sebuah pulau atau masalah jaringan yang belum terbangun. Pihaknya memanfaatkan energi surya dan menyedian baterai untuk desa yang berada di pulau.
Baca Juga: Percepat Pertumbuhan Investasi di Sumut, Gubernur Bobby Nasution Beri Insentif ke Pelaku Usaha "Tahun 2027 dipastikan 100% semua sudah dialiri listrik. Saat ini ada 4,5 juta pelanggan PLN. Sebanyak 90% adalah untuk kebutuhan rumah tangga. Untuk kebutuhan industri ada di Kawasan Industri Medan, KIM Star, dan KEK Sei Mangkei," ungkap Ahmad Syauki, yang baru dua bulan bertugas di Sumut.
Ahmad Syauki juga mengatakan, pada Desember mendatang juga akan ada penambahan 500 MW dari PLTA Batangtoru. Ia berharap penambahan ini bisa lebih mengoptimalkan sistem kelistrikan di Sumut.
"Kalaupun ada pemadaman saat ini, lebih kepada pemeliharaan," pungkasnya.