Untuk itu dia meminta reformasi total SDM dan tarif pelabuhan dengan mendorong kompetisi yang sehat melalui public-private partnership (PPP) dengan mengaajak swasta nasional/internasional yang memiliki teknologi dan managerial skills untuk berinvestasi dan mengelola terminal tertentu di dalam pelabuhan. Persaingan ini akan memacu BUMN untuk berinovasi.
"Pastikan regulasi memberikan kesempatan yang sama bagi BUMN dan swasta," katanya.
Dia menyebut harus ada percepatan transformasi digital dan teknologi, di mana implementasi Sistem Port Community System (PCS) yang terintegrasi secara nasional. Sistem ini menghubungkan semua pemangku kepentingan (shipper, freight forwarder, Bea Cukai, terminal, shipping line) dalam satu platform digital untuk menghilangkan paperwork dan mempercepat pertukaran data.
Baca Juga: GPEI dan ASDEKI Ucapkan Selamat HUT ke-79 Bhayangkara, Mahalli: Maju Terus Polri Otomasi Pelabuhan dengan investasi pada crane otomatis, drone untuk pemantauan yard, dan sistem manajemen terminal yang berbasis AI untuk mengoptimalkan alur kontainer.
Di samping itu diperlukan blockchain untuk transparansi dengan menggugunakan teknologi blockchain untuk melacak dokumen dan pembayaran, mengurangi kecurangan dan memangkas waktu proses.