Wesly Silalahi Kunker Bahas Strategi Inflasi Dengan TPID Kota Yogyakarta

Redaksi - Rabu, 10 Desember 2025 09:30 WIB
Kunker Bahas Strategi Inflasi Dengan TPID Kota Yogyakarta.

Selasa pagi (09/12/205), Wesly bersama sejumlah pimpinan OPD mengunjungi langsung Kios 'Segoro Amarto' di Pasar Beringharjo di kawasan Malioboro.

Disana Wesly menyampaikan, inflasi Kota Pematangsiantar hingga November 2025 tercatat berada di angka 4,08 %, yang merupakan angkacukup besar. Puncak inflasi di Kota Pematangsiantar terjadi di September, tercatat sebagai 10 kota tertinggi inflasi di Indonesia.

Baca Juga: Sambut Momentum Nataru, Pemko dan Forkopimda Gelar Rapat Kesiapsiagaan

Kelompok pengeluaran yang sering menjadi andil inflasi adalah makanan minuman dan tembakau dengan komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. "Menanggapi tingginya inflasi, TPID Kota Pematangsiantar cepat tanggap menyikapinya," kata Wesly.

Menurutnya, sejumlah strategi upaya 4K, antara lain: melakukan pasar murah secara rutin, Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, pemberantasan barang kena cukai ilegal, pemantauan harga barang kebutuhan pokok dan penting, serta gencar melaksanakan monitoring ketersediaan stok, dan melakukan penguatan toko pengendalian dan pantau inflasi (Toppis) yang sudah ada 11 toko di pasar tradisional.

Selain itu, TPID Kota Pematangsiantar memiiliki kios pangan yang merupakan satu-satunya kios pangan di Sumatera Utara (Sumut). Kios Pangan ini bertujuan memberikan stabilisasi harga di daerah pinggiran yang jauh dari pasar besar.

"TPID Pematangsiantar saat ini sedang fokus dalam peningkatan produksi domestik dengan melakukan contract farming penanaman cabai merah bersama kelompok tani yang ada, dan mendukung penguatan Pekarangan Pangan Lestari serta perbaikan saluran irigasi tersier pertanian," terangnya.

Baca Juga: Wali Kota Wesly Silalah Bahas Kualitas Layanan Publik Dengan Ombudsman RI

TPID Kota Pematangsiantar sudah melaksanakan penguatan kerja sama antar daerah, yaitu ke Kabupaten Batubara yang merupakan daerah unggulan penghasil cabai merah di Sumut. TPID Kota Pematangsiantar juga aktif dalam melakukan rapat teknis internal TPID setiap bulan, High Level Meeting (HLM) setiap triwulan, dan rapat koordinasi dengan Kemendagri secara rutin melalui zoom meeting.

"Setelah beberapa upaya strategis yang dilakukan, TPID Kota Pematangsiantar mendapat sedikit angin segar, yaitu deflasi pada bulan Oktober sebesar 0,31% dan bulan November sebesar 0,11%. Semoga deflasi ini terus berlanjut hingga akhir tahun pada bulan Desember," harap Wesly.

"Maka dengan ini, kami datang untuk dapat belajar dari TPID Kota Yogyakarta dalam pengendalian inflasi. Bagaimana strategi dan langkah-langkah pengendalian inflasi di Kota Yogyakarta, di mana Kota Yogyakarta mendapat nominasi TPID Award Tahun 2025 untuk wilayah Jawa dan Bali," terangnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan SE MM, selamat datang di Yogyakarta kepada Wali Kota Wesly Silalahi. Wawan juga menyampaikan turut prihatin serta berduka cita, untuk kejadian bencana alam di Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, dan daerah lainnya.

Baca Juga: Jalang Nataru, Wesly Silalahi bersama Forkopimda Sidak Sejumlah Pasar

Menurut Wawan, menjelang musim liburan akhir tahun, Yogyakarta sebagai salah satu kota acuan IHK (Indeks Harga Konsumen) dan destinasi wisata utama di Indonesia, hampir dipastikan berpotensi terjadi peningkatan permintaan berbagai komoditas.

Dijelaskan Wawan, Pasar Beringharjo sebagai pasar utama pusat kegiatan dan bisnis ekonomi rakyat terbesar di DI Yogyakarta dan juga Gudang Indomarco Prismatama menjadi salah 'barometer' utama harga kebutuhan pokok, serta menjadi lokasi strategis untuk melihat langsung kondisi lapangan.

Dari kedua titik ini, dapat diperoleh gambaran nyata mengenai suplai barang, kestabilan harga, dan kelancaran distribusi. "Informasi tersebut sangat penting sebagai dasar bagi penentuan langkah kebijakan berikutnya," tukasnya.

Kepada Wesly dan rombongan, Wawan menginformasikan, Kota Yogyakarta memiliki Kios 'Segoro Amarto' yaitu, Semangat Gotong-royong agawe majuning Ngayogyokarto/Semangat Gotong-royong untuk kemajuan Yogyakarta.

Baca Juga: Wesly Silalahi; Mulai 15 Desember 2025, Seluruh PO Beroperasi di Terminal Tanjung Pinggir

Kios tersebut tersebar di pasar-pasar tradisional di Kota Yogyakarta. Kios Segoro Amarto dimaksudkan sebagai kios yang menjadi acuan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Yogyakarta. Hal ini dimaksudkan sebagai salah satu instrumen pengendalian harga/mencegah inflasi.

"Kami juga memiliki inovasi Warung Mrantasi, singkatan dari Masyarakat Lan Pedagang Tanggap Inflasi). Di sini kami mengajak seluruh pedagang untuk memiliki kesadaran dan kesanggupan agar bersama-sama tanggap serta peduli terhadap pengendalian inflasi di Kota Yogyakarta," jelas Wawan.

Wawan mengajak Wesly dan rombongan mengunjungi gudang Indomarco Yogyakarta untuk melihat stok barang. Kemudian, penyerahan cenderamata dari Wawan kepada Wesly, dan sebaliknya.

Turut mendampingi Wesly, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan SE MM, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKD) Alwi Adrian Lumbangaol SSTP MSi, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Fadlan Syarkawi SSTP. (sip)

Baca Juga: Wali Kota Wesly Silalahi Motivasi Supir dan Kernet Dinas Kebersihan Siantar


Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Intervensi TPID Sumut Tekan Harga Cabai Merah Jadi Rp55.000, Ayam Potong Rp35.000/Kg

Ekonomi

Wesly Silalahi Laksanakan Ekspos Manajemen Talenta Pemko Siantar di Kantor BKN Jakarta Timur

Ekonomi

Buka Rapat Kerja Silaturahmi, Wesly Ajak Majelis Taklim Berkontribusi Nyata Bagi Masyarakat

Ekonomi

Wali Kota Wesly Buka Edukasi Pasar Modal Bagi PNS dan Bhayangkari

Ekonomi

Dampingi Komisi V DPR RI Tinjau Tanggul Sungau Padang. Walikota Tebingtinggi Apresiasi Perhatian Pemerintah Pusat Dan DPR RI

Ekonomi

Wesly Ajak Pustakawan dan Guru Jadi Garda Terdepan Moral Intelektual Masyarakat