Penggunaan AI atau Artificial Intelligence dalam Bidang Keuangan: Pengertian, Manfaat, dan 15 Contohnya

Heri - Selasa, 04 Agustus 2026 05:00 WIB
net
Penggunaan Artificial Intelligence dalam Bidang Keuangan: Pengertian, Manfaat, dan 15 Contohnya
Contoh Perusahaan Keuangan yang Menggunakan AI

Sejumlah perusahaan keuangan global telah mengembangkan atau memanfaatkan AI dalam layanan mereka.

Bank of AmericaBank of America mengembangkan asisten virtual bernama Erica yang dirancang untuk membantu nasabah dalam berbagai kebutuhan perbankan digital.

Baca Juga: Siapkan Talenta Digital Muda, Pemko Medan Gelar Pelatihan Literasi Digital & AI untuk Gen Z

Capital OneCapital One menggunakan asisten berbasis AI bernama Eno yang membantu pelanggan melalui interaksi berbasis bahasa alami.

JPMorgan ChaseJPMorgan Chase memanfaatkan teknologi analitik dan algoritma untuk membantu mendeteksi pola transaksi yang berpotensi terkait aktivitas penipuan.

KenshoKensho mengembangkan produk analitik berbasis AI yang digunakan untuk membantu analisis data dan informasi keuangan.

AlphaSenseAlphaSense menggunakan teknologi AI dan pemrosesan bahasa alami untuk membantu pengguna mencari dan menganalisis informasi bisnis serta keuangan dalam jumlah besar.

Baca Juga: Waasrenum Panglima TNI Buka Rakor Litbang TNI Tahun 2024

Tantangan Etika AI dalam KeuanganDi balik manfaatnya, penggunaan AI dalam bidang keuangan juga menghadirkan sejumlah tantangan.

Bias AlgoritmaAI belajar dari data. Jika data yang digunakan mengandung bias, sistem berpotensi menghasilkan keputusan yang tidak adil.

Hal ini sangat penting dalam proses seperti penilaian kredit dan pemberian pinjaman karena keputusan yang keliru dapat berdampak langsung pada kondisi finansial seseorang.

AkuntabilitasPertanyaan penting lainnya adalah siapa yang bertanggung jawab apabila AI menghasilkan keputusan yang salah.

Baca Juga: Berkhasiat Menyehatkan Tubuh, Ini 5 Kandungan Air Kelapa

Karena itu, penerapan AI membutuhkan sistem pengawasan dan pembagian tanggung jawab yang jelas antara teknologi dan manusia.

TransparansiTidak semua model AI mudah dipahami oleh pengguna. Dalam industri keuangan, transparansi menjadi penting agar nasabah dapat memahami bagaimana keputusan tertentu dibuat, terutama jika keputusan tersebut berdampak terhadap akses kredit atau layanan keuangan.

Keamanan DataAI membutuhkan data dalam jumlah besar untuk bekerja secara optimal. Hal tersebut membuat perlindungan data pribadi menjadi aspek yang sangat penting.

Lembaga keuangan perlu memastikan data nasabah dikelola dengan sistem keamanan yang memadai dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Masa Depan AI dalam Industri KeuanganPerkembangan AI diperkirakan akan terus memengaruhi industri keuangan. Lembaga keuangan dapat menggunakan teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat keamanan, dan menciptakan layanan yang semakin personal.

Perbankan digital juga mendorong kebutuhan terhadap layanan yang cepat dan mudah digunakan. AI dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut melalui otomatisasi layanan, analisis data, dan rekomendasi yang lebih personal.

Namun, perkembangan AI tidak berarti seluruh pekerjaan manusia akan hilang. Sebaliknya, perubahan teknologi juga menciptakan kebutuhan terhadap tenaga profesional yang mampu mengembangkan, mengawasi, dan menggunakan sistem AI secara bertanggung jawab.

Peluang Karier AI di Bidang KeuanganMeningkatnya penggunaan AI membuka peluang bagi berbagai profesi baru maupun profesi yang mengalami perubahan peran.

Beberapa di antaranya adalah:

AI Engineer, yang mengembangkan dan menerapkan sistem kecerdasan buatan.

Machine Learning Specialist, yang membangun model prediktif untuk berbagai kebutuhan keuangan.

Data Scientist, yang menganalisis data dan menghasilkan wawasan untuk mendukung keputusan bisnis.

AI Compliance Officer, yang memastikan penggunaan AI sesuai aturan dan prinsip tata kelola.

Fintech Product Manager, yang mengembangkan produk keuangan berbasis teknologi.

Fraud Analyst, yang menggunakan teknologi untuk mendeteksi dan mencegah kejahatan keuangan.

Quantitative Analyst, yang memanfaatkan analisis matematis dan data untuk kebutuhan investasi serta perdagangan.

AI Ethics Specialist, yang menangani isu bias, transparansi, keadilan, dan penggunaan AI secara bertanggung jawab.



Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

AI untuk Keuangan Pribadi: Manfaat, Cara Menggunakan, dan Risikonya

Ekonomi

Siapkan Talenta Digital Muda, Pemko Medan Gelar Pelatihan Literasi Digital & AI untuk Gen Z

Ekonomi

Waasrenum Panglima TNI Buka Rakor Litbang TNI Tahun 2024

Ekonomi

Berkhasiat Menyehatkan Tubuh, Ini 5 Kandungan Air Kelapa