Berdasarkan data BPS,
inflasi bulanan Kota Medan pada Juli 2026 merupakan yang paling rendah di Sumatera Utara. Medan mencatat
inflasi 0,05 persen, disusul Sibolga 0,08 persen, Labuhanbatu 0,15 persen, Padangsidimpuan 0,19 persen, Karo 0,29 persen, Pematangsiantar 0,31 persen, Deli Serdang 0,40 persen, dan Gunungsitoli 0,58 persen.Reza menjelaskan, secara tahunan Kota Medan mengalami
inflasi sebesar 4,11 persen. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan
inflasi Sumatera Utara yang berada pada level 4,20 persen.Inflasi tahunan Medan juga menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni 2026,
inflasi year on year (yoy) Medan tercatat sebesar 4,65 persen dengan
inflasi bulanan 0,18 persen. Sementara pada Juli 2026,
inflasi bulanan turun menjadi 0,05 persen dan
inflasi tahunan menjadi 4,11 persen.
"Tekanan harga di Kota Medan pada Juli 2026 relatif terkendali. Namun, secara tahunan masih perlu menjadi perhatian karena masih dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas strategis," jelasnya.
Baca Juga: Kejar Target Pendaftaran Perlinsos, Wali Kota Medan Perintahkan Kewilayahan Jemput Bola Adapun Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Medan meningkat dari 108,06 pada Juli 2025 menjadi 112,50 pada Juli 2026, sehingga terjadi
inflasi year on year sebesar 4,11 persen.
Sejumlah komoditas tercatat memberikan andil terhadap inflasi tahunan Kota Medan. Di antaranya emas perhiasan sebesar 0,56 persen; bensin dan cabai merah masing-masing 0,26 persen; angkutan udara 0,25 persen; tomat dan cabai rawit masing-masing 0,18 persen; akademi/perguruan tinggi 0,15 persen; ikan dencis 0,13 persen; serta beras 0,11 persen.
Komoditas lainnya yang turut memberikan andil antara lain laptop/notebook, minyak goreng dan ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso masing-masing 0,10 persen; mie 0,09 persen; ayam goreng 0,08 persen; daging ayam ras, biaya les/privat dan bayam masing-masing 0,07 persen; mobil dan wortel masing-masing 0,05 persen; serta daging sapi 0,04 persen.Meski mencatat
inflasi bulanan terendah di Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan tetap menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga pada bulan-bulan berikutnya.
Reza mengatakan, sesuai hasil rapat pengendalian inflasi yang digelar pada 21 Agustus 2026 di ruang rapatAsisten Ekonomi dan Pembangunan, telah disepakati sejumlah langkah intervensi untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pangan. Hasil rapat jg telah kami sampaikan ke Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap.Rapat tersebut dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan selaku Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang) diminta segera berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM), sementara Dinas Koperasi diarahkan untuk melaksanakan pasar murah.
Baca Juga: Rico Waas Apresiasi Transformasi HKBP, Dorong Penguatan Iman di Tengah Keluarga "Saat ini masih menunggu hasil koordinasi Dinas Ketapang dan Dinas Koperasi untuk progres dan penjadwalannya," kata Reza.