"UD Chaterine menyalurkan pupuk ke dua puluh empat kelompok tani. Hingga saat ini tak ada kendala yang kami hadapi, baik pengiriman dari distributor atau penebusan pupuk dari petani. Cuma petani bingung kenapa harus setiap nebus pupuk harus di foto," terang Gokkon Sitorus pemilik UD Chaterine, Rabu, (21/10/2026) di kiosnya.
Sementara di UD. Mega, Sopian Siagian mengatakan hal yang sama. Petani bingung kenapa harus bawa KTP setiap kali nebus pupuk subsidi.Hingga saat ini, kios tersebut berharap agar tetap mendapatkan pupuk subsidi seperti Ponska dan Urea dari distributor demi ketahanan pangan yang sedang digalakkan pemerintah.
Baca Juga: Polsek Medan Sunggal Amankan 2 Maling Viral di Gereja Pardede Kios UD. Mega, Sopian Siagian mengatakan tidak mendapat kendala dalam penyaluran pupuk subsidi ke pada empat belas kelompok tani di tiga Desa."Petani kurang paham cara penebusan pupuk karena pakai aplikasi IPUBERS. Disangka berfoto hanya sekali tetapi harus setiap kali dilakukan ketika hendak menebus pupuk subsidi," kata Sopian Siagian di kiosnya.
Pemerintah saat ini menggalakkan ketahanan pangan untuk mencukupi kebutuhan dan tersedianya stok beras di Indonesia.Pemerintah bahkan menurunkan harga pupuk subsidi agar petani bisa menjangkau dengan harga yang bagus.