Ingin Tahu Faktor - Fajtor Penyebab Harga Emas Anjlok

- Kamis, 05 Desember 2019 06:45 WIB
Hand Over
ilustrasi
MATATELINGA, New York:  Harga emas dunia akhirnya anjlok pada Rabu (4/12/2019) sore waktu New York,meski sempat mencatatkan kenaikan di awal perdagangan. 

[adx]

Sementara, harga kontrak emas berjangka mengalami penurunan 0,3% menjadi US$ 1.480,20 per troy ounce.

Harga emas tertekan seiring adanya laporan yang menunjukkan adanya kemajuan atas negosiasi dagang AS-China sehingga mengembalikan aksi pengambilan risiko oleh investor.

Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, pada pukul 13.54 p.m waktu New York harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$ 1.473,84 per troy ounce. Pada transaksi sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level US$ 1.484 yang merupakan level tertinggi sejak 7 November lalu.

[adx]

"Perkembangan terkini soal perdagangan AS-China menyebabkan kenaikan emas terhapus," jelas Michael Matousek, head trader US Global Investors kepada Reuters.

Melansir Reuters, sebuah laporan Bloomberg menunjukkan, Washington dan Beijing kian mendekati kata sepakat terhadap besaran nilai tarif yang akan ditarik kembali pada kesepakatan perdagangan fase satu.

"Hal itu terjadi saat AS sedang tertidur, yang menyebabkan harga kontrak emas berjangka turun, karena pasar saham AS berjangka mulai mengalami reli," tambahnya.

Laporan tersebut muncul sehari setelah Presiden AS Dobald Trump mengatakan kesepakatan dagang kemungkinan akan ditunda hingga setelah pemilu November 2020. Hal ini yang kemudian menyebabkan aksi jual di pasar saham dan mendorong harga emas lebih dari 1%.

[adx]

"Ini merupakan hal menarik untuk dicermati... Market tengah mencari informasi yang dapat diandalkan terkait tarif, lebih dari hal apapun,"jelas George Gero, managing director RBC Wealth Management.

Dia menambahkan, "Trader emas sudah melakukan aksi beli saat harga turun dan menikmati hasil dengan menjual saat harga reli. Kondisi ini yang membuat harga emas berada pada kisaran sempit dalam beberapa waktu di level US$ 1.480-US$ 1.500."

Mengutip Reuters, harga emas mendapatkan sokongan dari ketidakpastian perdagangan. Sepanjang tahun ini, harganya sudah melonjak 15%.

Harga emas juga mendapat dukungan dari lemahnya data ekonomi AS, di mana data penambahan tenaga kerja AS pada November merupakan yang terkecil dalam enam bulan terakhir, yang pada akhirnya, memperlemah posisi dollar AS. 

Editor
:
Sumber
: Okz

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Irjen TNI Berikan Briefing kepada Pati Mabes TNI Bahas Berbagai Isu Terkini

Ekonomi

Bobby Nasution Dorong Bank Sumut dan Tirtanadi Naik Kelas ke Bursa Efek

Ekonomi

Penguatan IHSG diiringi oleh lonjakan signifikan pada volume transaksi

Ekonomi

Penyedia indeks global MSCI Inc mengumumkan MSCI Equity Indexes August 2026

Ekonomi

Warga Bandar Pulau Bekuk Pengedar Sabu

Ekonomi

RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara