Muhammed Shehada, seorang analis di Euro-Mediterania Human Rights Monitor, mengatakan "tidak ada bukti" bahwa al-Sharif mengambil bagian dalam permusuhan apa pun. "Seluruh rutinitas hariannya adalah berdiri di depan kamera dari pagi hingga sore hari," katanya kepada Al Jazeera.
Jaringan Media Al Jazeera baru-baru ini mengecam militer Israel atas apa yang disebutnya sebagai "kampanye penghasutan" terhadap wartawannya di Jalur Gaza, termasuk yang paling terkenal adalah al-Sharif.