Trump tidak menyebutkan nama tersangka, namun beberapa sumber penegak hukum yang mengetahui penyelidikan tersebut mengidentifikasinya kepada ABC News sebagai Rahmanullah Lakanwal yang berusia 29 tahun.
Lakanwal mengajukan suaka pada tahun 2024 dan diberikan suaka pada April 2025, di bawah pemerintahan Trump, menurut tiga sumber penegak hukum.