Pengumuman presiden ini datang setelah militer AS melancarkan serangan udara terhadap beberapa target ISIS di Suriah pada 19 Desember, menyusul kematian dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil. Pada bulan November, Trump telah mengancam kemungkinan tindakan militer di Nigeria atas dugaan "pembunuhan umat Kristen" di negara tersebut, dikutip.