Namun demikian, Trump dan pejabat pemerintahannya memberikan pernyataan publik yang berbeda mengenai tujuan utama dari kesepakatan baru dengan Teheran. Sejumlah pengamat Iran menilai serangan militer di tengah proses negosiasi berpotensi menggagalkan kesepakatan dan memicu siklus balasan yang mematikan.
Baca Juga: Trump Mengeluarkan Peringatan Kepada Iran dan Hamas, Iran Dengan Cepat Menanggapi Seorang pejabat senior pemerintah di kawasan tersebut, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan Teheran kemungkinan akan menghentikan partisipasi dalam perundingan jika Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan.
Sementara itu, menurut peneliti Stimson Center di Washington, Barbara Slavin, ancaman militer saja meskipun tidak benar-benar dilakukan akan membuat Iran semakin enggan mencapai kesepakatan.