Pada Sabtu (28/2), Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer baru terhadap Iran. Agresi tersebut merupakan yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump setelah aksi serupa pada Juni 2025.
Trump mengatakan pasukan Amerika menjalankan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebut berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir Teheran.
Washington dan Teheran sebelumnya menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran yang dimediasi Oman, di tengah ketegangan yang terus meningkat.