Selain itu tidak semua ASN aktif upload sertifikat diklatnya sehingga profil JP Pegawai kurang akurat. Akibatnya data capaian dan integrasi data JP, sistem BKN dengan database kepegawaian, BKPSDM sulit mengetahui seluruh jumlah ASN yang ada, dan berapa banyak yang sudah mencapai 20 JP.
"SIKOPI SIANTAR merupakan langkah perubahan monitoring pengembangan kompetensi ASN secara digital, online, akurat dan real time. SIKOPI SIANTAR akan hadir pada dua level, yakni admin dan indvidu, "katanya.
Pada level admin ada dua, yakni admin BKPSDM dan admin OPD. Admin BKPSDM mampu melihat seluruh capaian kompetensi ASN lingkup Pemko Pematangsiantar. Untuk level admin OPD, hanya mampu melihat capaian kompetensi ASN di OPD-nya masing-masing.
"SIKOPI SIANTAR mengintegrasikan data pada MyASN, SIASN, SIPARHOBAS, dan SMANTIG. Inovasi SIKOPI SIANTAR akan memudahkan para ASN mengetahui riwayat pengembangan kompetensin dan jumlah JP yang sudah diperolehnya, "tutupnya. (sip)
Baca Juga: Pengendalian Inflasi, Pemko Gelar GPM di Setiap Kecamatan Pematangsiantar