Untuk sektor kesehatan, Wali Kota meminta agar pembangunan fasilitas puskesmas disesuaikan dengan kondisi masyarakat Belawan yang kompleks, termasuk kemungkinan menghadirkan trauma center atau layanan konseling remaja. Selain itu, perlu juga dibuat ambulans terapung untuk melayani masyarakat. Ambulans itu, sebutnya, berfungsi seperti puskesmas yang memberi pelayanan kesehatan di atas air.
"Ini bermanfaat dan menjadi terobosan dalam pelayanan kesehatan," ungkap Rico Waas.
Sementara dalam pemberdayaan ekonomi, Rico Waas menyoroti pentingnya dukungan nyata untuk nelayan dan pelaku UMKM, khususnya ibu rumah tangga yang bergerak di sektor pengolahan hasil laut. Bantuan alat tangkap, sarana produksi, serta pelatihan pengemasan dan pengalengan dinilai dapat meningkatkan kemandirian ekonomi warga.
Baca Juga: Wesly Lantik 51 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemko Pematangsiantar "Harapan kami, program CSR BNCT tidak hanya normatif, tapi benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat. Kalau masyarakat merasakan manfaat nyata, hubungan antara perusahaan dan lingkungan sekitar akan tumbuh kuat dan saling menguntungkan," ujar Wali Kota.
Pertemuan berlangsung konstruktif dan diakhiri dengan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan teknis melalui koordinasi lintas dinas dan pihak BNCT.