Dalam tindakan tersebut, tim medis juga menggunakan drug-coated balloon, yaitu balon khusus berlapis obat yang mencegah penyempitan ulang tanpa perlu pemasangan ring atau stent di dalam pembuluh darah. Setelah prosedur tersebut, pasien dapat pulang dalam waktu singkat dan bisa beraktivitas kembali seperti biasanya.
Dengan keberhasilan ini, RS Adam Malik menegaskan perannya sebagai rumah sakit rujukan nasional yang terus berinovasi melalui penerapan teknologi medis modern. "Kami berkomitmen agar masyarakat di kawasan barat Indonesia mendapatkan pelayanan jantung setara dengan pusat-pusat layanan terbaik di dunia," tambah dr Faisal Habib.
Baca Juga: Respon Video Viral Dugaan Perawat Lalai, Ini Penjelasan RS Adam Malik Sementara itu, pasien yang menjalani prosedur IVL ini, Roslina Sinaga (63 tahun) mengaku sangat lega setelah berhasil melewati tindakan medis untuk penanganan kasus
jantung koroner yang dialaminya. "Hasilnya, perasaan saya lebih tenang, lebih longgar rasanya, dan lebih enak," ujar pasien asal Pematang Siantar tersebut.
Ke depan, RS Adam Malik berkomitmen untuk terus mengembangkan program penguatan layanan jantung terintegrasi, mulai dari pencegahan, diagnosis, hingga intervensi, dengan teknologi mutakhir. Hal ini sejalan dengan misi transformasi kesehatan nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI. (Mtc/edi). -