"Hingga saat ini, kami telah menyalurkan sekitar 150 ton bantuan logistik telah disalurkan ke sekitar 50 desa, yang meliputi kebutuhan dasar, penerangan, dan dukungan komunikasi, Inisiatif ini adalah bagian dari kerja bersama untuk membantu masyarakat bangkit setelah bencana," katanya.
Ia mengatakan di masa mendatang, pemulihan ekosistem pasca bencana menjadi langkah penting agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan secara berkelanjutan.
"Melalui program Eastspring Peduli Sumatra, kami berharap dapat terus mendukung masyarakat Aceh dalam proses pemulihan terutama di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireun," tambahnya.
Sementara itu Najwa Shihab menyebut bahwa bencana tidak pernah benar-benar selesai di fase darurat. Pemulihan lingkungan dan penguatan komunitas adalah pekerjaan panjang yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi.
"Upaya bersama seperti ini menjadi penting agar kepedulian tidak berhenti di empati, tetapi berlanjut menjadi partisipasi yang berdampak," ujarnya.
Eastspring Indonesia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong upaya kemanusiaan lainnya yang berdampak luas bagi masyarakat serta menginspirasi industri keuangan untuk dapat bergerak bersama dalam kepedulian terhadap Bencana Sumatra.