MATATELINGA, Medan:Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution secara resmi membuka kontes burung berkicau dalam rangka Anniversary ke-4 Sedulur Kicau Mania Nusantara (SKMN) di Katamso Land, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Minggu (17/5/2026).Pada kesempatan itu, Bobby menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan komunitas dan penyelenggaraan event burung berkicau berskala nasional."Kami dari Pemerintah Provinsi tentu sangat mengapresiasi kegiatan ini. Rasanya salah bagi kami kalau Pemerintah Provinsi tidak men-support kegiatan seperti ini ke depannya," ujar Bobby Nasution.
Menurut Bobby, Sumut selama ini telah sukses menarik berbagai event olahraga berskala nasional hingga internasional. Karena itu, ia berharap ke depan lahir turnamen atau piala tetap
burung berkicau tingkat nasional yang menjadi legacy bagi masyarakat Sumut."Tunggu ya, kita tunggu tandanya. Pokoknya event besar nasional kalau bisa kita buat di Sumatera Utara, kami support penuh dari pemerintah provinsi," tegasnya.Bobby juga menilai komunitas
Kicau Mania tidak hanya menjadi wadah penyaluran hobi, kreativitas, dan seni, tetapi turut memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Perputaran ekonomi dari ekosistem ini dinilai menyentuh langsung pelaku usaha kecil, mulai dari peternak
burung, perajin kandang, hingga penyedia pakan dan UMKM terkait."Dampak ekonominya sangat luar biasa. Bukan hanya bagi peserta lomba, tetapi juga berputar ke peternak, UMKM penyedia pakan, kandang, dan lainnya. Di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak baik-baik saja, hobi ini justru membantu pemerintah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah," jelasnya.Ia juga mendorong komunitas
Kicau Mania untuk mulai merambah industri kreatif dan dunia digital. Salah satunya melalui pembuatan lagu atau film inspiratif mengenai perjuangan merawat
burung Murai Batu hingga menjadi juara nasional.Sementara itu, Dewan Pembina SKMN, Hidayat Batubara menjelaskan, embrio SKMN lahir pada masa pandemi Covid-19. Saat itu, aktivitas merawat
burung di rumah berkembang menjadi alternatif penggerak ekonomi masyarakat ketika banyak sektor lain mengalami stagnasi."Waktu Covid-19 ekonomi macet, tetapi hobi ini justru menghidupkan peternak jangkrik, pakan
burung, hingga pengrajin sangkar dan tempat mandi
burung. Alhamdulillah sekarang ekonomi masyarakat bawah mulai bergerak dengan tumbuhnya peternak Murai Batu di Sumut dan Nusantara," ungkapnya.Merespons dukungan penuh dari Pemprov Sumut, Hidayat menyatakan SKMN siap menggelar agenda yang lebih besar pada akhir tahun mendatang."Inilah kami, komunitas kecil tapi siap untuk dibesarkan. Insyaallah akhir tahun nanti kami akan mengemas dua agenda besar, termasuk Anniversary SKMN berskala nasional," katanya.** (