Ketua PC InTi Labuhanbatu, Sujian / Acan, yang juga Ketua Umum Yayasan Budi Agung Labuhanbatu, dalam sambutannya menyampaikan,peletakan batu pertama ini, sebagai lanjutan dari pembangun gedung serupa ditempat yang sama, beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Michelle Wong Raih Nilai Akademis Sempurna Dengan Menyabet Peringkat Juara Umum Disebutkannya, bangunan tempat abu abu jenazah dan papan nama yang ada di vihara selama ini, merupakan pembangunan tahun 2006 silam dan terbilang sangat mendesak untuk dikembangkan.
Menurut anggota DPRD Sumatera Utara tahun 2014/2019 ini, perkembangan zaman hingga tingginya minat umat Buddha melakukan kremasi, maka pihaknya berinisiatif membangun kolumbarium baru, dengan perkiraan teknis dan fasilitas yang memadai untuk berbagai usia.
Baca Juga: Lapas Kelas IIA Pancur Batu Gelar Razia "Kami melihat animo masyarakat semakin tinggi. Maka, kesuksesan pembangunan ini ke depan, dibutuhkan dukungan dan doa semua pihak, khususnya etnis Tionghoa. Karena, ini dari kita dan untuk kita," ujarnya.
Dilain pihak lanjutnya, masyarakat Labuhanbatu terbilang dapat berbangga hati, karena diantara beberapa kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara, belum memiliki bangunan tempat penyimpanan abu jenazah dan papan nama.
Baca Juga: Sengketa Lahan Padang Halaban dan PT SMART Berakhir "Kita cukup bangga dan bahagia, karena Labuhanbatu juga menjadi contoh bagi daerah lain. Kami butuh dukungan dan doa agar pembangunan selesai pada waktunya serta berjalan lancar," papar Acan lagi.
Sebelumnya, Ketua Panitia pembangunan kolumbarium Vihara Avalokitesvara, Ir Johny SE DipCIM melaporkan, biaya dimasa kenaikan harga yang belum stabil mencapai Rp5 miliar, dengan ukuran teknis bangunan 15 x 30 meter untuk 3 lantai.
Baca Juga: Gas Elpiji "Melon" 3 Kg Langka, Tomy - Anggota DPRD Labuhanbatu : Miris Sementara, menurut amatan awak media, peletakan batu pertama tersebut dihadiri jajaran Ketua Yayasan Vihara Budhha Jayanti, Vihara Silamaitreya, Ketua Yayasan PPR, Ketua MBI, Ketua IDI Labuhanbatu serta sejumlah tokoh etnis Tionghoa.
Acara peletakan batu pertama pembangunan tambahan bangunan gedung tempat abu jenazah dan papan nama ini, diakhiri dengan makan bersama.
Baca Juga: Operasi Antik Toba 2026 : Polres Labuhanbatu, Ungkap 81 Kasus Narkoba dan Amankan 96 Tersangka