Menurutnya, Indon
esia memiliki lebih dari 200 juta gamer aktif pada 2026 dengan nilai pasar game lebih dari US$2 miliar.Karena itu, Indon
esia tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton. Ekosistem lokal perlu diperkuat, mulai dari game developer, event organizer, content creator, hingga platform streaming.
"Talenta lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain kunci di pasar global. Esports bukan lagi sekadar aktivitas hiburan atau buang-buang waktu, Esports merupakan prof
esi formal yang membutuhkan disiplin, dedikasi, dan intelektualitas. Indon
esia telah membuktikan prestasi Esports di SEA Games, Asian Games, dan World Esports Championship," kata Herindra dalam keterangan resminya, Selasa (15/9/2026).
Lebih lanjut, pria yang juga menjabat Kepala BIN ini menyebutkan PB ESI akan menyediakan jalur prestasi yang jelas bagi atlet. Prestasi internasional menjadi bentuk diplomasi digital dan memperkuat citra Indonesia."PB ESI akan mendorong regulasi dan standardisasi untuk melindungi atlet dan pelaku industri. Fokus pada kepastian hukum, perlindungan kontrak pemain, standar pembinaan, serta kesehatan fisik dan mental," kata Herindra.
Baca Juga: Residivis Narkoba Bongkar Ruko Warga