MATATELINGA, Rantauprapat: Anggota DPRD Labuhanbatu, Tommy Raymen, secara konsisten menggiring dan mengawal aspirasi masyarakat, terkait proyek pemeliharaan dan normalisasi drainase di Kabupaten Labuhanbatu, yang berada di Kelurahan Cendana, Ke ecamatan Rantau Utara, Rantauprapat.
"Mulai dari proses perencanaan hingga penetapan anggaran, dan persiapan pelaksanaan proyek saya giring dan kawal", ujar Tommy Raymen khusus kepada media online https://matatelinga com, Jumat (16/10)2026) sore.
Baca Juga: Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan Menurut Tommy, rasanya saya berdosa, bila proyek pemeliharaan dan normalisasi drainase, tidak bisa direalisasi.
Karena katanya, aspirasi permohonan agar dilaksanakannya proyek ini, datangnya dari tiga umat berbeda, yaitu Islam, Nasrani dan Buddha. Hal ini terjadi, ketiga ummat berbeda agama ini, sering terdampak banjir, bila hujan lebat turun di seputaran Kota Rantauprapat
Baca Juga: Kabut Asap Melanda Medan, Lailatul Badri : Liburkan Saja Sekolah Menurut dia, rumah ibadah umat Islam, yaitu Mushala At Taqwa di Jalan Abdurrahman, sekalu tergenang air baik didalam maupun diluar, bila hujan lebat. Sehingga mm engakuvatkan kerusakan pada tikar dan alat-alat lain yang ada ditempat ini
Demikian juga dengan umat Nasrani yang bernaung dibawah Gereja Kristen Perjanjian Baru - Masa Depan Cerah (GKPB MDC) yang beralamat di Jalan DI Panjaitan Rantauprapat, juga selalu terdampak Bu anjir bila terjadi hujan lebat.