MATATELINGA, BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di berbagai perairan, antara lain Samudra Hindia barat Aceh, barat Kepulauan Nias, barat Kepulauan Mentawai, barat Bengkulu, barat Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten, DI Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT.
Potensi serupa juga terpantau di Selat Malaka bagian utara, Selat Karimata bagian utara dan selatan, Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Teluk Bone, serta Selat Makassar bagian selatan, tengah, dan utara.
Baca Juga: Situs Resmi BMKG Memperikan Hujan Ringan Sebagian Kabupaten/ Kota Selain itu, gelombang pada kategori ini juga berpeluang terjadi di Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua, serta Laut Seram, Laut Banda, dan Laut Arafuru bagian utara.
Untuk kategori gelombang tinggi 2,5–4 meter, BMKG mengidentifikasi wilayah berisiko lebih tinggi, meliputi Laut Natuna Utara, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta Laut Arafuru bagian barat dan tengah.
Wilayah-wilayah ini dinilai perlu perhatian khusus karena berpotensi berdampak signifikan terhadap keselamatan pelayaran.
Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang di sejumlah perairan Indonesia.
Peringatan ini berlaku mulai 10 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 13 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, dengan potensi tinggi gelombang mencapai 4 meter di beberapa wilayah perairan, dikutip.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta operator pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan aktivitas laut dengan perkembangan cuaca maritim terkini demi keselamatan pelayaran.
Berdasarkan analisis kondisi sinoptik, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 8–30 knot.
Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, angin dominan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6–35 knot.
BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Arafuru. Kombinasi arah dan kecepatan angin tersebut berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan, terutama perairan terbuka dan selatan Indonesia.