Menaker menegaskan bahwa semangat no one left behind bukan hanya menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata. Karena itu, Kemnaker telah mengajak SP/SB untuk bersama-sama menjalankan program upskilling dan reskilling guna meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan industri.
"Tahun lalu kami telah melatih 700 ahli produktivitas dan menyelenggarakan pelatihan K3 di lebih dari 63 titik dengan melibatkan perwakilan serikat pekerja/serikat buruh. Program ini akan terus kami laksanakan," ucapnya.
Selain itu, Menaker berharap SP/SB aktif memanfaatkan 42 balai pelatihan milik Kemnaker yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai pusat solusi peningkatan kompetensi. Ia menegaskan bahwa tantangan masa depan hanya dapat dijawab melalui upskilling dan reskilling, seiring kebutuhan industri yang terus berkembang dan menuntut kompetensi baru.