Saat itu, kata dia, wartawan menanyakan soal kehadiran Presiden RI ke-6 yang juga pendiri Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Sidang Tahunan 14 Agustus 2026 dan Upacara HUT Kemerdekaan di Istana Negara.
"Menjawab pertanyaan wartawan itu, Benny K Harman menyatakan bahwa SBY sedang cek kesehatan di Amerika Serikat," lanjut Komaruddin.
Baca Juga: FAHMI Gelar Silaturahmi Bareng Channel88 Advertising, Dorong Sinergi Advokat, Media dan Pelaku Usaha Wartawan kemudian mengkonfirmasi dengan pertanyaan, apakah itu berarti SBY tidak akan hadir dalam dua acara kenegaraan tersebut.
"Merasa sudah menjawab pertanyaan itu, Benny K. Harman merespons dengan ungkapan, 'Otak kamu ada nggak'," tambahnya.
Sedangkan dugaan intimidasi terhadap wartawan terjadi saat meliput lokasi Tempat Pembuangan Sampah ilegal yang berada di Jl Reformasi Cilincing Jakarta Utara.
Wartawan dari tiga media itu diintimidasi dan diusir oleh sekelompok orang di lokasi TPS itu sehingga tidak bisa melanjutkan liputannya
Baca Juga: Rawat Silaturahmi, Advokat dan Jurnalis di Medan Bentuk 'SEKBER FAHMI' Perkuat Sinergi Ia menegaskan, Dewan Pers mengecam tindakan yang bernada merendahkan wartawan dalam menjalankan profesinya.
"Pejabat publik hendaknya memberi contoh yang baik dan bersifat edukatif ketika berbicara di depan umum," tegasnya.
Baca Juga: DWP Diskominfo Sumut Resmi Dibentuk Kembali, Perkuat Peran Anggota Dukung Program Kerja