RM. Syafii Gagas Simposium Nasional KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa

Redaksi - Rabu, 09 September 2026 16:43 WIB
Simposium KAHMI.

MATATELINGA, Jakarta :Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) Romo Muhammad Syafii menggagas Simposium Nasional MN KAHMI bertajuk "KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa" yang berlangsung selama dua hari, 9–10 September 2026, di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

Simposium Nasional ini merupakan bagian dari rangkaian Milad KAHMI ke-60 Tahun, sekaligus menjadi forum untuk membahas berbagai persoalan strategis dan merumuskan gagasan bagi umat, bangsa, dan negara. Kegiatan ini dihadiri hampir 1.000 peserta dari keluarga besar MN KAHMI yang datang dari berbagai daerah.

Baca Juga: Bobby Nasution Tegaskan Usaha Tak Berizin dan Ganggu Kamtibmas Tak Boleh Beroperasi

Kegiatan dibuka pada Rabu (9/9/2026) oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Ketua Dewan Penasihat MN KAHMI Ir. Akbar Tanjung, Presidium MN KAHMI Ahmad Doli Kurnia, dan Dr. Sutomo.

Pada hari pertama, hadir sebagai pemateri Dewan Penasihat MN KAHMI Fuad Bawazier, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Hariyadi.

Dalam sambutannya, Ahmad Muzani menyampaikan bahwa alumni HMI memiliki kontribusi besar dalam perjalanan umat, bangsa, dan negara. Karena itu, ia berharap simposium dapat melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi kemajuan Indonesia.Sementara itu, Romo Muhammad Syafii mengatakan, simposium digagas sebagai ruang untuk mengonsolidasikan pemikiran alumni HMI sekaligus merumuskan agenda dan rekomendasi strategis KAHMI dalam menjawab berbagai tantangan bangsa.

"Di usia ke-60 ini, KAHMI harus terus melahirkan gagasan-gagasan yang memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara. Simposium nasional ini kita gagas sebagai ruang untuk mengonsolidasikan pemikiran dan merumuskan agenda strategis KAHMI ke depan," kata Romo Muhammad Syafii.

Baca Juga: Bobby Nasution Tegaskan Usaha Tak Berizin dan Ganggu Kamtibmas Tak Boleh Beroperasi

Romo menegaskan bahwa KAHMI menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah yang independen dan konstruktif. KAHMI akan memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang sejalan dengan kepentingan rakyat dan tujuan nasional, sekaligus tetap menjalankan fungsi kritis dengan menyampaikan masukan, koreksi, dan alternatif kebijakan secara objektif dan bertanggung jawab."Sebagai bagian dari kekuatan intelektual bangsa, KAHMI tidak berada di dalam struktur pemerintah. Namun, KAHMI siap menjadi mitra strategis pemerintah—mendukung kebijakan yang baik bagi rakyat, sekaligus memberikan kritik dan rekomendasi konstruktif untuk memastikan pembangunan berjalan pada arah yang tepat," ujarnya.

Karena itu, hasil Simposium Nasional MN KAHMI tidak berhenti sebagai gagasan internal organisasi, tetapi akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis bagi Presiden RI Prabowo Subianto sebagai masukan dalam memperkuat agenda pembangunan nasional dan mewujudkan kedaulatan bangsa."Gagasan kebangsaan dan keumatan dalam Simposium Nasional MN KAHMI ini akan kita rumuskan menjadi rekomendasi strategis untuk disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Ini adalah bentuk kontribusi KAHMI dalam memberikan pemikiran dan solusi bagi pembangunan serta masa depan Indonesia," kata Romo.

Menurutnya, kontribusi KAHMI kepada pemerintah merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual alumni HMI untuk ikut menyelesaikan persoalan bangsa. KAHMI ingin hadir bukan sekadar sebagai penonton, tetapi sebagai mitra yang ikut berpikir, memberi solusi, dan mengawal perjalanan bangsa.

Simposium Nasional MN KAHMI berlanjut pada Kamis (10/9/2026). Pada hari kedua, forum akan menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto serta Wakil Menteri Kesehatan dr. Benny sebagai pemateri

Baca Juga: Bobby Nasution Tegaskan Usaha Tak Berizin dan Ganggu Kamtibmas Tak Boleh Beroperasi

Keluarga besar dan pengurus KAHMI diharapkan hadir mengikuti agenda hari kedua untuk bersama-sama memperkaya rumusan gagasan dan rekomendasi strategis bagi pemerintah, kedaulatan, dan masa depan bangsa.()*

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Beras Sumut Surplus 27.633 Ton, Kawasan Pertanian Unggulan Terus Digenjot

Nasional

Lantik 15 Pejabat Bapenda, Pj Sekdaprov Sumut Tekankan Optimalisasi PAD

Nasional

Pemprov dan DPRD Sumut Tuntaskan Evaluasi P-APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp1,29 Triliun

Nasional

BTN Dukung Promosi Kuliner Nusantara Lewat Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival 2026

Nasional

Pemprov Sumut Perkuat Pelayanan Hukum hingga Desa, Tingkatkan Kapasitas Paralegal

Nasional

Ketua PKK Simalungun Sambut Tim Evaluasi Nagori Percontohan PTP2WKSS Provinsi Sumut