*Tindak Dugaan Korupsi di Proyek PLN*Lebih jauh Yudhis menegaskan, di masa Darmo memimpin PLN, diduga tidak hanya Darmo yang memiliki modus pribadidalam proyek-proyek ketenagalistrikan. Modus pribadi lainnya pun mulaimerambah pada proyek pekerjaanrenovasi gedung kantor PLN seluruhIndonesia yang diduga didalangi Yusuf Didi
"Informasi yang kami peroleh, pekerjaan renovasi kantor ini secara terpusat dibuatkontraknya oleh Divisi Umum PLN melaluiskema penunjukan langsung kepada PTSinergi Properti Pratama (SPP) yang.merupakan anak usaha Dana Pensiun PLN.
Baca Juga: Resmi Jadi Dirut, Begini Sepak Terjang Suroso Isnandar di PLN Namun, lanjut Yudhis, faktanya proyek tersebut l disubkontrakkan lagi kepada perusahaan lain yang diduga memiliki afiliasi dengan Yusuf Didi.Tapi bukan Yusuf Didi namanya kalau tidak pandai bersiasat, agar terlihat bersih, pembuatan kontrak dilimpahkan kepada bawahannya yakni EVP Umum PLN bernama Khairulllah, untuk menandatangani kontrak pekerjaan renovasi seluruh kantor PLN se Indonesia yang nilainya mencapai ratusan miliar. Tujuannya jelas, jika di kemudian hari muncul permasalahan hukum, maka yang bertanggung jawab bukan dirinya," buka Yudhis.
"Pertanyaannya, tentu sangat disayangkan apabila selevel pejabat EVP Umum mau menjadi tumbal atas perilaku korup oknum pimpinannya sepertinya yang sama sekali tak memiliki darah PLN?. Atau memang pejabat EVP Umum tersebut turut serta menikmati keuntungan pribadi dari pelaksanaan pekerjaan renovasi kantor-kantor PLN tersebut. Tapi jika flashback sedikit, Khairullah ini setelah dicopot dari GM PLN UID Riau Kepri, dia punya hutang Budi sama Yusuf Didi. Tapi hanya 3 bulan fungsional, dia diberi jabatan empuk oleh Yusuf Didi menjadi EVP Umum. Mungkin hal begini merupakan kesepakatan bawah meja," pungkasnya.