MATATELINGA - Bandung : Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional menghadiri kegiatan Dialog Kebangsaan bertema "Pangan dan Masa Depan Republik" yang diselenggarakan oleh Dewan Profesor Universitas Padjadjaran (Unpad), bertempat di Gedung 2 Lantai 4 Universitas Padjadjaran, Sabtu (24/10/2026).
KTNA Nasional diwakili oleh Asep Halim Jamaludin, S.P., selaku Wakil Sekretaris Jenderal III, bersama Agus Sopandi, Anggota Departemen Komunikasi dan Digital.
Kegiatan ini menjadi forum diskusi strategis yang mempertemukan kalangan akademisi dan pemangku kepentingan untuk membahas tantangan serta arah pembangunan pangan nasional dalam menghadapi dinamika sosial, ekonomi, perubahan iklim, dan kebutuhan pangan masa depan.
Baca Juga: Beras Sumut Surplus 27.633 Ton, Kawasan Pertanian Unggulan Terus Digenjot Sejumlah akademisi menyampaikan pemikiran kritis, di antaranya Prof. Ganjar Kurnia melalui materi "Paradoks Program Kedaulatan
Pangan", Prof. Zuzy Anna tentang "SDGs dalam Sistem Penguatan
Pangan dan Gizi", serta Dr. Noer Fauzi Rachman yang mengangkat konsep "Kebun
Pangan Perempuan" sebagai salah satu pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis pangan lokal.
Salah satu pesan penting dari berbagai materi tersebut adalah bahwa keberhasilan pembangunan pangan tidak cukup hanya diukur dari peningkatan produksi dan pencapaian swasembada, tetapi juga harus tercermin dalam kesejahteraan petani, nelayan, peternak, keterjangkauan pangan, pemenuhan gizi, serta kelestarian lingkungan.
Dialog juga menyoroti pentingnya menjaga keberagaman pangan lokal, memperkuat posisi masyarakat sebagai pelaku utama sistem pangan, serta memastikan kebijakan pembangunan tidak mengabaikan kondisi sosial dan ekologis di setiap daerah.
Bagi KTNA Nasional, berbagai pemikiran tersebut menjadi bahan refleksi sekaligus masukan strategis dalam menjalankan peran organisasi sebagai mitra pemerintah dan wadah perjuangan aspirasi petani, nelayan, serta pelaku utama pembangunan pangan.
Baca Juga: Kunker ke Kejari Pasangkayu, Kajati Sulbar Budi Hartawan Panjaitan Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional dan Masyarakat Adat Inde KTNA Nasional memandang bahwa upaya mewujudkan kedaulatan pangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan para produsennya.
Sebab, keberhasilan swasembada pangan akan semakin bermakna apabila petani memperoleh pendapatan yang layak, nelayan dan peternak semakin berdaya, serta masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau.
Melalui keikutsertaan dalam
Dialog Kebangsaan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara kalangan akademisi, pemerintah, dan organisasi petani serta nelayan dalam merumuskan pembangunan pangan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Masa depan pangan adalah masa depan Republik. Dan masa depan Republik tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan petani, nelayan, dan peternak Indonesia.
Baca Juga: Sofian Sitorus: Harga Sembako Tetap Kita Pantau