MATATELINGA - Jakarta : Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting bagi pembangunan pertanian nasional. Sejumlah kebijakan yang menyentuh langsung kepentingan petani, mulai dari penurunan harga pupuk, kemudahan memperoleh pupuk bersubsidi, kepastian harga gabah, hingga pemenuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), mendapat apresiasi dari Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, HM Yadi Sofyan Noor.
Dalam program Bincang Tipis-Tipis yang dipandu host Erman Tale Daulay di kanal Tale Trias Info, Sofyan menilai perhatian Presiden Prabowo terhadap sektor pertanian menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat fondasi kemandirian pangan sekaligus memberikan rasa aman bagi petani dalam menjalankan usaha taninya.
"Perhatian beliau terhadap pembangunan pertanian ini benar-benar serius," ujar Sofyan, menegaskan apresiasinya terhadap arah kebijakan pemerintah di sektor pertanian.
Baca Juga: Kemarau Datang, Produksi Tetap Jalan karena Mitigasi Sudah Disiapkan Menurutnya, keseriusan tersebut tidak hanya terlihat dari pernyataan atau program di atas kertas, tetapi juga dari kebijakan yang dirasakan langsung oleh petani. Penurunan harga pupuk dan kemudahan akses terhadap pupuk dinilai membantu petani menjalankan kegiatan produksi. Sementara itu, kepastian harga gabah kering panen (
GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram dan dukungan Alsintan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha tani.
Bagi KTNA, kebijakan-kebijakan tersebut merupakan langkah konkret yang memberikan kepastian lebih besar kepada petani. Dengan dukungan pemerintah, petani diharapkan dapat bekerja lebih tenang, meningkatkan produktivitas, dan memperoleh hasil usaha tani yang lebih menguntungkan.
Mentan Amran Dibanggakan karena Lebih Banyak Bekerja di Lapangan
Apresiasi Sofyan juga secara khusus diarahkan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Sofyan menilai Mentan Amran telah melakukan yang terbaik bagi petani, terutama melalui pendekatan kerja yang langsung menyentuh persoalan di lapangan.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Perkuat Kesiapan Stok Pupuk Subsidi Jawa Timur untuk Musim Tanam Oktober 2026 Salahsatu hal yang membuatnya terkesan adalah perhatian Mentan Amran terhadap perhitungan ekonomi usaha tani. Menurut Sofyan, Menteri
Pertanian tidak cukup hanya memastikan produksi meningkat, tetapi juga harus memperhatikan apakah harga dan hasil produksi benar-benar memberikan keuntungan bagi petani.
"Saya pikir Pak Menteri sudah melakukan yang terbaik untuk petani kita," katanya.
Bagi Sofyan, Mentan Amran sosok pemimpin yang banyak menghabiskan waktu di lapangan. Sebuah etos kerja yang patut diapresiasi. Ia memahami bahwa kesibukan Mentan Amran di lapangan menunjukkan besarnya perhatian terhadap pelaksanaan program pertanian dan kondisi nyata yang dihadapi petani.
"Saya paham artinya kinerja yang beliau lakukan itu bukan lagi di atas meja, tetapi di lapangan. Ini yang saya harus beri jempol kepada beliau," ujar Sofyan.
Baca Juga: Polsek Hamparan Perak Bekuk Pengedar Sabu KTNA Tegaskan Dukungan: All Out di Belakang Mentan
Sebagai organisasi yang menjadi mitra pemerintah sekaligus wadah aspirasi petani dan nelayan, KTNA Nasional menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah pemerintah dalam membangun pertanian dan memperkuat kemandirian pangan.
Ketika ditanya bagaimana posisi
KTNA dalam mendukung Menteri
Pertanian, Sofyan memberikan jawaban lugas dan tegas.
"KTNA di belakang Pak Menteri. All out. Kita kan mitra pemerintah," tegasnya.
Baca Juga: Tri Wahyudi dan Persahabatan Panjang dengan KTNA: Dari Rembug Paripurna Petani Menuju Kemajuan Pertanian Indonesia Pernyataan tersebut menegaskan bahwa dukungan
KTNA bukan sekadar basa-basi organisasi. Sebagai mitra pemerintah,
KTNA memiliki kepentingan agar kebijakan pertanian berjalan efektif dan benar-benar menjawab kebutuhan petani di berbagai daerah.
Dukungan itu juga menempatkan KTNA dalam posisi strategis: tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembangunan pertanian yang membutuhkan komunikasi, kolaborasi, dan keterlibatan langsung para pelaku di lapangan.