MATATELINGA -Sidoarjo : Tak pernah lelah berinovasi dan menghadirkan manfaat! Itulah salahsatu cara Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menerjemahkan kehadiran lembaga pemasyarakatan agar tidak hanya bermanfaat bagi warga binaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Kali ini, inovasi itu diwujudkan melalui kegiatan "November Ceria – Semarak Pasar Rakyat, Sinergi Pemasyarakatan dengan Masyarakat" yang digelar di depan Lapas Kelas I Surabaya, Porong, Sidoarjo.Bukan sekadar menghadirkan pasar rakyat, kegiatan ini menjadi panggung kebersamaan sekaligus ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 126 stand UMKM turut ambil bagian, menjadikan kawasan depan Lapas semarak oleh aktivitas perdagangan dan antusiasme warga.Acara diawali dengan senam bersama yang melibatkan jajaran petugas Lapas, unsur Forkopimcam Porong, dan masyarakat sekitar. Suasana kebersamaan terasa sejak pagi, memperlihatkan bahwa hubungan Lapas dengan lingkungan sosialnya dapat dibangun melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.Sohibur Rachman menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan inisiasi tokoh masyarakat yang mendapatkan dukungan penuh dari Camat Porong, Kapolsek Porong, Danramil, serta Kepala Desa Porong dan Kebonagung.
Baca Juga: BULOG Jatim Percepat Penyaluran Bantuan Pangan 2026, Siapkan 30.890 Ton Beras untuk 1 Juta Penerima "Ini bukan November Rain, tapi November Ceria. Kami ingin menegaskan bahwa Lapas ada untuk masyarakat dan masyarakat ada untuk Lapas. Kami hadir untuk memberikan manfaat ekonomi bagi warga," ungkap Sohibur.
Sebanyak 126 stand UMKM menyajikan beragam produk, mulai dari kuliner tradisional seperti es cendol dan ketan hingga berbagai produk hasil pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Surabaya. Di antaranya sabun cendana, jamu tradisional, dan telur asin.
Kehadiran produk warga binaan menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, di balik aktivitas jual beli tersebut, tersimpan pesan bahwa pembinaan di dalam Lapas juga harus mampu menghasilkan karya produktif yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diterima masyarakat.
Semarak pasar rakyat ini semakin lengkap dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan dukungan sektor perbankan. Antusiasme masyarakat pun luar biasa. Ribuan warga memadati lokasi, baik yang datang berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan.
Baca Juga: Galakkan UMKM, Pemkab Asahan Buka Festival Jajanan Kuliner Dan Prudct Lokal Tahun 2026 Melalui November Ceria, Sohibur Rachman kembali menunjukkan bahwa inovasi pemasyarakatan tidak harus selalu berlangsung di balik tembok Lapas. Justru, dengan membuka ruang kolaborasi, membangun kedekatan, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan, Lapas dapat hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat.
Inilah semangat pemasyarakatan yang sesungguhnya: membina warga binaan, merangkul masyarakat, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Baca Juga: BRI dan BPN Jalin Kerja Sama Fasilitasi Pendampingan Usaha