Matatelinga.com, Para jamaah haji Indonesia saat ini sudah berada di Arafah. Mereka sebagian beristirahat di tenda-tenda dan lainnya, khusyuk berdzikir, menyambut hari besar esok hari.Di Arafah, sebanyak 155.200-an jamaah, dibagi menjadi 52 maktab. Tiap maktab berisi antara 2.800-3.000 orang.Di balik lelapnya para jamaah, tenda berdindingkan seng paling ujung di maktab 7 terlihat masih semarak. Yah, para koki tengah sibuk-sibuknya memasak untuk menu sarapan 3.000 jamaah esok hari."Jam 00.00 WAS tadi, api mulai dinyalakan," ujar Sulaiman, salah seorang koki dari perusahaan katering Jawharat Asia, yang mendapat order memasak untuk 3.000 jamaah Indonesia, Minggu (11/9/2016) dini hari.Api yang dimaksud lelaki asal Cirebon itu bukanlah api kompor gas elpiji, melainkan api dari kayu bakar yang dinyalakan di dalam beberapa tungku. Di atasnya berjejer bejana berukuran jumbo. "Ini lagi masak daging 3 kuintal," ujarnya.Pemerintah Arab Saudi memang melarang perusahaan katering memasak menggunakan gas elpiji. Alasannya, untuk mencegah terjadinya kebakaran.Guna menyiapkan makanan untuk 3.000 orang, Sulaiman dibantu lima rekannya. Bahu membahu mereka mengiris tempe, sayur, dan menanak nasi. "Yang repot memasak sayur karena apinya dari kayu bakar, jadi gak bisa dikecilkan apinya," terangnya.Usai memasak, pukul 04.00 WAS nanti makanan harus sudah di-packing. Kemudian mulai didistribusikan ke para jamaah bakda subuh. (Fit/Okz)