Babinsa juga menjelaskan bahwa dampak Karhutla tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi
kebakaran, tetapi dapat meluas melalui asap dan pencemaran udara hingga wilayah lainnya, bahkan berpotensi berdampak lintas negara seperti Malaysia. Asap Karhutla dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan, khususnya meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain itu,
kebakaran yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan
hutan, tanaman dan ekosistem, serta mengancam permukiman, harta benda dan keselamatan jiwa masyarakat.Sertu M. Hasan Mubarok mengajak seluruh warga Desa Mamut untuk meningkatkan kepedulian dan berperan aktif dalam pen
cegahan Karhutla dengan saling mengingatkan, menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan
kebakaran kepada aparat terkait. "Pen
cegahan Karhutla bukan hanya tugas aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, lingkungan dapat kita jaga tetap aman, bersih dan lestari," ujarnya. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan teritorial Babinsa dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di wilayah binaan.Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Desa Mamut. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari wujud bela negara, karena menjaga
hutan, tanah dan lingkungan berarti turut menjaga ruang hidup serta keselamatan masyarakat dan generasi mendatang. Dengan semangat gotong royong, kewaspadaan dan kepedulian seluruh warga, diharapkan ancaman Karhutla dapat di
cegah sejak dini sehingga tercipta wilayah Kecamatan Senayang yang aman, sehat, bersih, asri dan tetap lestari.